fbpx

Cerita perjalanan 16 tahun maternal disaster

Berbagi sedikit ilmu bisnis, cerita membangun komunitas dan spiritnya itu sendiri

Sekitar tahun 1996-97 di Bandung terjadi fenomena di dunia streetwear atau dikenal dengan sebutan lokalnya distro. Angkatan pertama pada waktu ada brand-brand seperti 347(unkl), No label, Airplane, Ouval research dan beberapa lagi. Dari situ anak muda & pelajar di Bandung ikut meramaikan dari yang iseng-iseng sampai serius membuat label sendiri-sendiri. Salah satu label di second wave ini ada yang bernama Maternal Disaster yang lahir menjadi label yang serius pada tahun 2003, walaupun sebelumnya di tahun 2000 sudah jadi jentik-jentiknya. Tidak terasa selama 16 tahun berdiri, Maternal tetap setia dengan dunia clothing ini dan telah mengepakkan sayapnya di Bandung Malang, Yogyakarta, Bali dan Medan dalam waktu dekat.

Timbul kegelisahan keingin tahuan sebenarnya dibalik suksesnya Maternal, Frekuensi Antara sempatkan nongkrong santai  di flagship storenya di Berawa, Bali bertemu dengan Agan, salah satu ownernya menceritakan naik turunnya Maternal.

“Banyaknya down kalo dari tahun 2003 emang berhubung jaman itu spiritnya masih anak muda, masih usia muda lebih cenderung ke passion tanpa memperhitungin resiko, ternyata bisnis itu ada dunia lain yang namanya manajemen. Tahun 2003 itu hajar-hajar aja, nggak balik modal bodo amat, bikin lagi, rugi ya udah, jual apa deh buat jadi modal bikin lagi rugi lagi yuk!” cerita Agan.

Dalam perjalanannya yang awalnya berempat punya banyak kesamaan dalam musik, tapi ada juga di tengah jalan ada yang berbeda visi akhirnya keluar dan satu lagi terkena penyakit lalu meninggal. Kini pemilik Maternal hanya berdua Vidi yang lebih di sisi kreatif dan Agan yang lebih banyak fokus di data.



Agan mengaku banyak belajar  hal dari rentang waktu yang ternyata basis ekonominya sudah berjalan selama 16 tahun. Lahirnya Maternal dari komunitas, dulu ada distro di kota Cimahi jadi tongkrongan anak-anak yang doyan hardcore punk, tongkrongan itu sendri pun punya sense lebih terhadap musik dan berbagai macam hal seperti buku yang keren dari filsafat, film dan musik. “3 elemen itu muncul dr tongkrongan dan ada ide-ide basis ekonomi mandiri dari situ idenya”, tukas Agan.

Nama Maternal itu sendiri bukan dari Agan atau vidy , basistnya Milisi Kecoa perna nempel stiker bertuliskan “m473rn4l” dari situ muncul nama brand ini. Sedangkan spirit dari Maternal itu sendiri memang based on community, benang merahnya music dan ekstrim sport dari situ ke berbagai macam youth culture di belakangnya.

Di tahun 2019 ini sudah ekspansi cukup besar baik online maupun offline, menurut Agan bisnis itu harus progress, 1+1 nggak bisa 2 harus jadi 20 mungkin, pada akhirnya mau nggak mau harus buka kran-kran yang dibuka lebar.

“Spiritnya bukan jadi pembeli dan kasir, minimal bisa memperkuat komunitas di satu kota.”



Seperti misalnya di Malang dan Jogja semakin kuat karena networkingnya itu sendiri sudah terbangun secara organik di komunitas-komunitasnya, jadinya berjalannya selain keren dan menyenangkan, paling utama adalah networking antar kota, antar teman,antar negara.

Selain itu juga dari banking data penjualan online Maternal kalau dihitung-hitung orang yang belanja di Bali, Malang, Jogja itu bagus, dari situ mengambil resiko untuk membuka toko disana dan ternyata konsumen Maternal paling banyak adalah Jamet (Jawa metal) seperti dari kota Jember. Untuk menghindari banyak orang menayakan keberadaan stok, dibukalah toko offline di kota-kota tersebut. Murni dari hasil penjualan Maternal bisa sebesar ini karena konsistensi dan mulai terkelola dengan baik sejak tahun 2012 dimana managerial mulai ada divisi keuangan, produksi, promotion, marketing dan creative, masing-masing distribusi ide dan tenaga.

Sekarang produk-produknya Maternal sendiri bukan hanya T-shirt, jaket, tas, sepatu, kaos kaki sandal, jam, aksesoris tapi banyak juga yang lain seperti bola basket, bola futsal, parfum, satu set piyama, casing stik drum, papan skate, senter, aromatherapy, celana dalam, sarung tangan motor, sekop sampai perlengkapan tidur di perjalanan seperti bantal, earplug dan masker mata. Maternal juga di kenal dengan kolaborasi-kolaborasinya dengan band, rapper, kolektif dan brand clothing lain.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Dominate Jakarta dan Akar Akar Musikalnya

Berbicara dengan Dominate mengenai roots mereka di musik.

4 Tontonan untuk Mengalihkan Kita dari Narasi Teror dan Radikalisme Berita Nasional

Daripada mengikuti berita mengenai terrorisme yang tak kunjung henti cuman men...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha Okokan Brahma Diva dan Bali Extreme Drummer

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...

KOLEKSI: Lagu Indonesia Langka dalam Koleksi Merdi Diskoria, Indo Cosmic hingga Guruh Anti Narkoba.

Untuk seorang kolektor vinyl seperti Merdi Simanjuntak, berbagai ragam bentuk pe...