fbpx

Dekadenz: Daftar Lagu NYE 2019

Dekadenz berbagi 10 lagu pengiring ritual pergantian tahun.

Tidak menunggu siap mu, waktu pasti melaju, kita akan segera menyambut tahun baru. Sejalan dengan semangat kolektif musik leftfield Dekadenz yang sudah menyiapkan sederet lagu-lagu seru untuk diputar kencang di lantai dansa The Room, Hotel Monopoli pada malam pergantian tahun nanti.

Kepada Frekuensi Antara Ridwan Susanto, Aditya Permana, dan Jonathan Kusuma berbagi 10 lagu yang dirasa tepat untuk memeriahkan ritual ujung tahun tersebut. Berikut daftarnya:

Jonathan Kusuma Edit – 003 (Dekadenz Records)

Merupakan bagian dari rilisan debut Dekadenz Records yang bertajuk “Themes For Divided Tribes Vol.1”. Track yang kental dengan nuansa classic disco yang gelap ini dilengkapi dengan ornamen berupa seruan ‘Walk the night!’. Menjadikan nomor ini kompatibel untuk anthem pesta penutup tahun.

Perel – Alles (Red Axes Remix) (DFA)

Bertemunya bassline Italo yang solid dan lantun wanita dengan spirit ruang angkasa. Kombinasi gila karya Perel, produser sekaligus vokalis asal Jerman ini sudah pernah dipakai Dekadenz sebagai bahan bakar lantai dansa pada gelaran Optimal di Hotel Monopoli, Agustus lalu. Hasilnya? api euphoria menjalar cepat.

Fakundo – TTT – (Wrong Era)

Produser asal Moskow ini berhasil menghibrida komponen electro dan EBM untuk label asal Italia, Wrong Era. Nyalakan lampu strobo untuk picu efek ke titik klimaks!

Curses – Tutto Nudo (Timothy “Heretic” Clerkin Remix) (Thrones of Blood)

Bagi Dekadenz, remix karya Curses oleh Timothy “Heretic” Clerkin adalah sebuah momentum yang spesial. Karena di nomor ini mereka dapat menikmati hentakan rave 90an yang dibalut dengan hook gitar psychobilly. Kejutan ini lantas jadi salah satu faktor yang membuat Dekadenz tidak sabar untuk mengundang produser basis London ini tampil di Jakarta pada Januari 2019 nanti.

Autarkic – Treble Rebel (Höga Nord Rekords)
Autarkic alias Nadav Speigel adalah musisi kelahiran Tel Aviv yang biasa tampil secara live dengan sampler dan synth-nya. Pada beberapa kesempatan ia juga dan juga bernyanyi dan menjadi DJ. Dalam lintasan berdurasi hampir 7 menit ini, bersiaplah untuk terpaku pada bassline dan permainan notasi arpeggio yang penuh petualangan.



Nicola Cruz – Tzantza (Simple Symmetry Remix) (Multi Culti)

Breakdown gamelan dan ritme shamanic yang luar biasa. Dua hal tersebut telah membuat Dekadenz menyebut karya Lipsky bersaudara ini sebagai nomor favorit dari label Multi Culti. Ketiganya bahkan sepakat untuk melabeli track ini dengan “anthem lantai dansa yang hypnotic”.

Photonz – Dagger Ceremony (Dark Entries)

Merupakan bagian dari album bertajuk “Etheric Body Music” yang dirilis via label Dark Entries. Lewat permainan suara drum yang epik, produser asal Lisbon ini telah menjadi favorit gerombolan Dekadenz.

Kris Baha – notion of dismay (Pinkman)

Tidak hanya dari sisi produksi, dari segi penampilan nya di atas panggung Kris merupakan salah satu yang terbaik bagi Dekadenz. Ketukan EBM yang dihasilkan lewat suara snare yang khas adalah formula yang membuat track ini begitu memukau.

Powder – Hole (CockTail d’Amore Music)

Jangan anggap remeh, produser basis Tokyo yang juga kerap disebut Moko Shibata ini. Lewat Ritme tropical bernafas voodoo serta kandungan acid dan industria yang tepati, ia siap membawamu ke masa depan.

Iury Lech – Barreras (CockTail d’Amore Music)

Iury adalah seorang komposer, sineas dan penulis dari Ukraina. Dia memulai karir artistiknya pada pertengahan 70-an. Lagu “Barreras” ini berasal dari album ambientnya di tahun 1990-an “Musica Para El Fin De Los Cantos” dan diterbitkan kembali oleh CockTail d’Amore Music. Sempurna untuk menghadirkan ketenangan.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...