fbpx

Dominate Jakarta dan Akar Akar Musikalnya

Berbicara dengan Dominate mengenai roots mereka di musik.

Kental dengan estetika orientasi punk dan budaya rudeboy, Dominate menjelaskan program musik mereka. Lahir dari hiruk pikuk dan ruwetnya kota Jakarta, brand streetwear ini melanturkan suara-suara ciri khas roots musikal mereka, bersama rekan DJ dan musisi dalam lingkup sosial pribadi mereka. Dari Jamaican sounds hingga London punk era. Kami berbicara dengan Dila, salah satu founder Dominate untuk lebih mengenal ikatan Dominate dengan budaya musik yang menjadi salah satu inspirasi utama mereka.

FA: DOMINATE Jakarta sudah beberapa lama ini menjalankan serial mixtape yang mengundang beberapa guest, bagaimana konsep ini mulai terbentuk?

Dila Dominate: Sekitar tahun 2015, kalau enggak salah. Waktu itu memang kita mau buat konten yang mengangkat teman-teman kita. Seru seruan aja, jadi mereka selector yang share musik yang mereka dengerin dan suka. Jadi audience Dominate bisa dengerin musik yang didengerin sama para selector ini, gunanya sih untuk kasih tau kalo kita as a brand juga ada culture yang mau kita angkat. Engga hanya dari design di setiap rilisan aja tapi dari manapun salah satunya dari medium ini. Dari medium ini kita ngasih jalan untuk setiap selektor maenin lagu yang mungkin juga adalah alter ego mereka, yang mungkin di tempat umum mereka ga bisa mainin.

Apakah selama ini seleksi lagu yang dipilih memiliki sebuah keterikatan dengan brand DOMINATE?

Kadang iya, kadang kita juga bebasin selector juga mau buatin kita apa, yang penting jadi sih haha. Tapi biasanya ada benang merahnya; mostly Jamaican/Afro music. Supaya koheren dengan message dominate itu sendiri saat ini.

Musik atau budaya musik apa yang awalnya menginspirasi DOMINATE sebagai brand?

Mostly inspirasi kita dari Jamaican music, lalu berkembang ke london punk era seditionaries sih.

Bagaimana proses pemilihan selektor yang berkontribusi dalam series DOMINATE mix?

Kebanyakan sih temen-temen dari gue. Tapi enggak banyak juga yang kita liat set live-nya keren banget. Pasti selector ini digging nih, terus kita ajak buat mixtape.

Apakah inspirasi dari season terbaru rilisan DOMINATE?

Masih dari Jamaican Culture, Rudeboy, Soundclash Culture, Paris May 68, The Clash era Combat Rock, sama beberapa bukunya Noam Chomsky.

Berikutnya siapakah yang akan tampil di DOMINATE mix?

Ada beberapa. Metz dari Dubyouth Soundsystem, Gilang dari Intruppted, Abang Simpson, Mr. Joyfull Noise aka Dipha Barus, Jidho (tapi mixernya lagi rusak katanya haha),Daffa Jnaro (udah setahun enggak jadi jadi haha). Mungkin FA bisa suggest nama, haha.

Bagaimana cara kamu menjelaskan konsep DOMINATE secara singkat?

Utilitarian Experimental Garment

Selama ini kita melihat DOMINATE telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi lokal yang ternama, apakah cerita dibalik itu?

Kebanyakan temen kita sendiri, jadi kita mau mengapresiasi. Selain kita suka musik mereka, kita juga mau support dan mau ada andil juga sih. Kita mau audience Dominate juga mengerti tentang hal itu, cara paling masuk akal dengan berkolaborasi sehingga audience Dominate juga mengerti.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...