fbpx

Empat Tahun Spasial

Sayonara, Spasial!

Spasial is in us; together, as a community connected in our hearts – where home should always be.


 

Kutipan di atas merupakan sepotong kalimat dalam unggahan akun Instagram Spasial pada 9 April, 2019. Unggahan yang diikuti dengan keterangan tahun “2015 – 2019” beserta tagar #spasial4years merupakan ungkapan perpisahan Spasial, sebuah tempat lahirnya ragam bentuk eksplorasi dan kolaborasi kreatif di Kota Bandung.

Setidaknya lebih dari 200 perhelatan (pertunjukan musik, lokakarya, diskusi, pameran, dll) yang melibatkan ratusan individu, kelompok, hingga komunitas, telah berhasil diselenggarakan Spasial dalam kurun waktu empat tahun. Sebuah angka yang membuat Spasial layak dianggap sebagai salah satu lokasi kreatif terpenting di Kota Kembang. Tanggal 20 April 2019 kemudian dijadikan momen perpisahan sekaligus perayaan bagi Spasial yang genap berusia empat tahun. Empat tahun dan usai sudah.

Berlokasi di Jalan Gudang Selatan No. 22, Spasial menjadi tempat strategis bagi bertemunya ragam gagasan kreatif di Kota Bandung. Tidak hanya perihal lokasi (yang memang cenderung berada di tengah kota), tetapi juga keterbukaan terhadap bermacam jenis ajuan perhelatan yang membuat Spasial dianggap penting dan mungkin saja sulit tergantikan. Dengan luas sekitar 130 m2 di area utama dan tambahan 78 m2 di bagian belakang, lokasi ini jelas menawarkan beragam spektrum mulai dari pertunjukan musik dengan skala kecil hingga menengah (kapasitas 300 orang), screening film, pameran seni dan desain, aktivitas flea market, hingga sekadar tempat berkumpul dan berdiskusi. Tidak mudah menemukan lokasi serupa di Kota Bandung yang mampu memfasilitasi banyak hal tersebut.


Sabtu, di tanggal 20 April, Spasial sudah mulai disesaki pengunjung sejak pukul 18.00 WIB. Satu per satu pengunjung mengisi daftar hadir sekaligus menuliskan pesan dan kesannya untuk tempat yang di Bulan Mei akan berhenti beroperasi. Tidak ada publikasi besar-besaran untuk acara perpisahan ini, begitu pun dengan rangkaian acara yang nampak sederhana namun intim malam itu.

Acara dimulai dengan menikmati hidangan yang dikumpulkan dan disediakan oleh sebagian pengunjung. Hal tersebut menunjukkan kedekatan Spasial dengan siapapun yang setidaknya pernah berkolaborasi, berpartisipasi, atau bahkan sekadar berkunjung untuk meramaikan setiap perhelatan yang pernah diselenggarakan di bekas gudang peluru TNI ini.

Melalui tajuk Spasial Fo(u)r Years, malam perpisahan kemudian dibuka dengan pernyataan resmi yang diungkapkan oleh Ardo Ardhana, principal Spasial. Ardo menyampaikan ucapan terima kasihnya bagi siapapun yang pernah terlibat berkolaborasi dan mendukung tumbuh kembang Spasial selama empat tahun sebelum kemudian memanggil seluruh staf untuk bersama-sama mengucapkan perpisahan. Dokumentasi beragam aktivitas yang diselenggarakan Spasial kemudian ditampilkan sambil diiringi lantunan musik Flukeminimix dan Elang Eby. Momen perpisahan malam itu dilanjutkan dengan pilihan-pilihan musik oleh Anggarez, Baldi, Egga, Joni, dan Ngangah, yang dipercaya mengiringi keintiman hingga larut.

Aktivitas Spasial sebagai lokasi pertemuan ragam kreativitas berakhir malam itu (atau setidaknya hingga akhir April 2019). Kota Bandung kehilangan salah satu pusat kreatifnya.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Aktivitas Foto Prewedding Mengganggu Wisatawan di Bali

Apapun tujuannya, pemotretan prewedding bukanlah suatu hal yang tercela.

Berasa Model Peringatan Kesehatan, Dadang Minta Royalti

“Saya yakin itu foto saya meski banyak yang meragukannya,” kata Dadang Mulya...

Perbandingan Visual Cerita Sukses Joey Alexander & Rich Brian

Dalam rangka ngabuburit, kami meluangkan waktu "stalking" akun instagram musisi ...

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Sang Ratu Jungga yang sudah lebih dari 40 tahun berkarya, menyanyikan lagu-lagu ...