fbpx

Film Erotis Pilihan Talula Zuhra

“Erotica itu pure soalnya, menceritakan human desire yang paling mentah.”

Film memang sering kali disebut sebagai sumber inspirasi. Begitu pula dengan Talula Zuhra (Ula), seorang pekerja seni yang banyak menghabiskan waktunya dengan menonton film. Mulai dari drama, laga, hingga fiksi ilmiah, film telah lama menemani nya dalam mengisi waktu luang. Tidak jarang juga film-film tersebut memantik inspirasi Ula dalam menggambar, kegiatan yang gemar dilakukannya sejak kecil.

Ula mengaku bahwa periode perfilman favoritnya ada pada dekade tujuh puluhan hingga delapan puluhan, ketika banyak digarap berbagai karya bergenre Trash dan Exploitation. Unsur seksual dan erotis yang mengisi kedua genre tersebut dinilai sebagai daya tariknya. Apa alasanya? Karena karya dengan label Erotica sangat erat hubungannya dengan manusia.

“Erotica itu pure soalnya, menceritakan human desire yang paling mentah.” ungkap Ula. “Nafsu kan human nature paling pertama, nafsu makan lah, nafsu amarah, nafsu seks lah. Nah Erotica tuh nafsu tp dijadiin seni.” tukasnya lebih lanjut.

Ketertarikan Ula terhadap karya seni bercitra Erotica juga berlaku pada karya-karya klasik dan kontemporer yang menampilkan figur-figur erotis. Itu sebabnya Ula juga kerap menuangkan ekspresinya dalam goresan-goresan yang terkadang berbau erotis.

Frekuensi Antara lalu menanyakan judul-judul film Erotica yang direkomendasikan Ula. Beberapa diantaranya mungkin bisa kalian simak di akhir pekan nanti!


In The Realm of The Senses (1976)

Film erotis klasik yang menceritakan hubungan asmara aneh sepasang sejoli, Sada dan Kichi. Keduanya menjalani kisah cinta posesif yang membuat mereka akhirnya cenderung saling mengontrol satu sama lain. Dan itu termasuk ketika mereka bersetubuh, perlahan-lahan eksperimen seksual berkembang menjadi semakin ganjil dan menantang bahaya.


Violent Killer (Barang Terlarang) / Lady Exterminator (1987)

Eva Arnaz memegang bazooka demi menuntaskan dendamnya pada sekumpulan lelaki anggota geng motor karena mereka telah beramai-ramai melecehkannya. Seperti banyak film Indonesia lainnya yang berasal dari dekade 80-an, pada film ini penonton akan disuguhi busana terbuka yang berkilau secara berlebihan dan penulisan skenario yang luar biasa kaku. Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa itu adalah daya tariknya.


The Devil in Miss Jones (1973)

The line between art and smut is thin in this one. Merupakan salah satu film porno pertama yang berhasil masuk ke dunia mainstream. Catatan tersebut juga diiringi oleh penggunaan scoring yang lumayan baik untuk ukuran sebuah film porno.


Fat Girl (2001) & Anatomy of Hell (2004)

Dua-duanya adalah karya sutradara Perancis, Catherine Breillat, yang memang dikenal fokus pada tema filosofi seksualitas dalam film-filmnya. Fat Girl menceritakan kisah seorang adik yang iri dengan aura sensual milik kakak kandungnya; sedangkan Anantomy of Hell memajang nama legenda porno Rocco Siffredi sebagai pemeran pembantunya – who, in testament to this film, acts as well as he fucks.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Diskusi Bebas Problema Kota Detroit, Techno, Punk Dan Sedikit Trump Bersama fron...

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Platform musik elektronik Offset TV, Roofless Club dan beberapa seniman yang ter...

Perbandingan Visual Cerita Sukses Joey Alexander & Rich Brian

Dalam rangka ngabuburit, kami meluangkan waktu "stalking" akun instagram musisi ...