fbpx

Goodrides dan Persepsi Modifikasi

Pendekatan personal hingga kenikmatan berkendara.

Dari kesamaan kegemaran akan otomotif, 8 orang muda merasa perlu melakukan sesuatu yang lebih dan berdampak bagi car culture scene di Indonesia. Kami bertemu dengan Adi, Aldo, Ditho, dan Rama, beberapa anggota dari kolektif car enthusiast, GoodRides untuk berbicara mengenai kecintaan mereka terhadap mobil dan pengalaman berkendara yang berkualitas.

 

Jadi GoodRides ini sebenarnya apa sih?
Jadi memang awalnya kita ngumpul bareng aja dengan interest yang sama soal mobil. Dan akhirnya ada satu waktu kita kepikiran buat bikin sesuatu yang bisa expand car culture di Indonesia. Lahir deh GoodRides, yang mungkin bisa dibilang sebagai media dan EO ya.

 

Memang hal apa yang perlu dikembangkan saat itu terkait car culture di Indonesia?
Soal coverage sih ya. Dulu kita sempet ngerasa capek ngelihat gimana mobil-mobil yang di-cover sama media itu hanya dilihat soal spesifikasinya. Padaha car culture lebih dari itu, karena ini semua juga ngebahas tentang hubungan mobil dengan pemiliknya.

Makanya kita sekarang kalau ngeliput pasti juga ngebahas soal hubungan itu. Hubungan yang udah bertahun-tahun dan pastinya emosional. Instead of cuma bahas soal spesifikasi.

 

Dari segi event-event yang kalian adain gimana? Punya semangat yang sama?
Bisa dibilang begitu. Salah satunya adalah pemikiran dimana kita enggak terlalu setuju dengan konsep kontes. Makanya event-event kita juga diseimbangin dengan ngumpul-ngumpul nya.

 

Di kota yang enggak bisa dihindari kemacetannya seperti Jakarta, kenapa hobby memodifikasi mobil yang kalian kendarai masih terasa relevan?
Ya seperti yang kita bilang barusan ya, arah personalisasi modifikasi kendaraan tuh berbeda-beda. Klasifikasi paling mudah itu mungkin jadi dua ya. Ada yang memodifikasi dengan mengedepankan form, dan ada juga yang memprioritaskan function.

Yang memilih form mungkin akhirnya ceperin mobilnya dan sedikit mengorbankan kenyamanannya, tapi ada juga yang justru membuat kendaraan nya jadi lebih nyaman. Mengganti suspense yang lebih baik, velg yang diameternya juga lebih cocok. Dan hal seperti itu pas banget buat dilakuin di kota yang serba macet ini. Biar lebih enak dan aman nyetirnya.

 

Oke, kalian sudah memodifikasi mobil jadi lebih nyaman. Tapi gimana dengan infrastuktur nya? Misalnya Jakarta gitu, ada enggak upaya Pemerintah yang kalian harapin biar pengalaman berkendara di kota ini bisa lebih baik?

Kayaknya udah jadi harapan semua pemilik kendaraan ya supaya jalanan bisa lebih bagus lagi. Paling gampangnya sih mungkin enggak bolong-bolong kali ya. Atau polisi tidur yang  standar soal ukuran dan jarak nya belum diimplementasikan dengan baik.

Tapi diluar itu sih kita oke aja. Memang kan enggak mungkin juga untuk protes. Jadi kalau mau nyetir yang lebih enak bisa pilih rute-rute tertentu.

 

Nah rute nya dimana tuh yang paling enak buat nyetir?
Pastinya Sudirman lah ya. Apalagi sekarang jalan itu udah makin bagus lagi. View perkotaan juga enak banget kan tuh buat dinikmatin sambil nyetir. Walaupun masih ada sih beberapa sisi jalan yang kerasa bumpy.

 

Kalian kan pasti udah cukup lama nih ngamatin perkembangan mobil? Lebih suka mobil-mobil dulu atau sekarang?

Emang beda sih ya, mobil-mobil sekarang banyak mengutamakan komputerisasi dan eknologi. Sedangkan mobil dulu tuh kayaknya imajinasi doang (tertawa).

Tapi kalau dilihat kebanyakan kita masih pakai yang seri lama memang karena itu mobil yang awalnya kita punya. Dan seperti yang udah kita bilang sebelumnya, kendaraan itu akhirnya punya hubungan emosional tersendiri.

 

Terakhir nih, boleh dong bagi lagu-lagu yang menurut kalian enak didengerin pas nyetir?
Boleh banget, bisa di cek kok di Youtube kita, judulnya ‘Goodrides Driving Song’. Enjoy!

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Aktivitas Foto Prewedding Mengganggu Wisatawan di Bali

Apapun tujuannya, pemotretan prewedding bukanlah suatu hal yang tercela.

Berasa Model Peringatan Kesehatan, Dadang Minta Royalti

“Saya yakin itu foto saya meski banyak yang meragukannya,” kata Dadang Mulya...

Memperingati May Day Sebagai Buruh Kreatif

Memperingati May Day bersama Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk De...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha Okokan Brahma Diva dan Bali Extreme Drummer

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...