fbpx

Grammy Awards 2019: Drake Pidato Nyinyir dan Childish Gambino yang Absen

Kelakuan-kelakuan perlawanan para musisi di Grammy Awards 2019

Penghargaan musik terpopuler dunia, Grammy Awards baru saja digelar untuk yang ke 61 kali nya. Ajang penyerahan piala berbentuk gramofon ini ternyata kembali memuat cerita kontroversial, yakni tindakan tidak ramah yang dilakukan sang peraih penghargaan.

Hal tersebut dilakukan oleh Drake yang secara mengejutkan memenangkan Grammy Award untuk kategori “Best Rap Song.” Mengalahkan nominator lain nya seperti Travis Scott, Jay Rock, dan Eminem. Dalam pidatonya Drake mengatakan bahwa Grammy Awards merupakan penghargaan berbasis opini dan bukan berdasarkan fakta. Ia juga menambahkan bahwa gelaran tahunan ini hanya merupakan agenda bisnis satu golongan.

“Ini hanyalah bisnis, di mana biasanya (keputusan) terserah pada sekelompok orang yang mungkin tidak mengerti apa yang dikatakan anak ras campuran dari Kanada, atau seorang gadis Spanyol yang terbang dari New York, atau seorang saudara dari Houston di sana, saudaraku Travis (Scott). Tapi poin saya adalah; anda sudah menang jika ada orang yang menyanyikan lagu anda kata demi kata, atau jika anda adalah seorang pahlawan di kota asal Anda. Dengar, jika ada orang yang memiliki pekerjaan tetap dan harus keluar di tengah hujan atau salju salju, lalu menghabiskan uang hasil jerih payah mereka untuk membeli tiket dan datang ke pertunjukan mu, anda tidak memerlukan (penghargaan) ini di sini. Saya berjanji kepada anda, bahwa anda sudah menang. ” Ucap drake sebelum secara mendadak speech nya dipotong oleh commercial break.

Selain Drake, kontroversi juga datang dari kategori terpenting di Grammy Awards, yaitu Record of the Year dan Song of the Year, yang keduanya diraih oleh Childish Gambino lewat track nya “This is America.” Selain dua itu Donald Glover, nama asli Gambino, juga memenangkan di Best Music Video dan Best Rap Performance. Lain hal nya dengan Drake, Childish Gambino lebih memiliih untuk enggak datang.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Recording Academy. Ia bersama Drake, Kendrick Lamar, dan Ariana Grande juga menolak untuk tampil di acara Grammy kali ini, dikarenakan kurangnya keragaman dalam nominasi-nominasinya -dimana mayoritas artis berkulit putih yang diunggulkan.

Dengan caranya masing-masing, penghargaan Grammy sudah beberapa kali menghadapi penolakan atau kritik langsung dari pemenangnya. Seperti yang dilakukan Eddie Vedder (Pearl Jam) di tahun 1996, Sinead O’Connor pada tahun 1991, dan masih banyak lagi.

 

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Bertahan di Tengah Arus Gaya Hidup Makanan Bersama Bakudapan

“Mungkin aku sudah harus memulai untuk mengurangi nasi yang banyak sekali meng...

Katalis Kota: Sepenggal Sejarah Budaya Dance Music di Jakarta

Musik itu angin, partynya fokus, DJ itu udah kayak foto model dan mungkin Jakart...

Memperingati May Day Sebagai Buruh Kreatif

Memperingati May Day bersama Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk De...

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

Keramaian dan kemacetan pada Minggu malam di Jalan Taman Kemang, 7 Juli lebih op...