fbpx

It’s Wijilan Documentary

Mereka merasa nama “HELLHOUSE” tidak layak untuk tertulis atau nampak di sebuah area, karena mengandung arti “rumah neraka”

Dalam skena hip hop Yogyakarta ada salah satu kolektif yang cukup megang yaitu Hellhouse.

Tumbuh besar di jalanan Kampung Wijilan, pemukiman urban yang berada di lingkungan kraton Yogyakarta, Hellhouse telah berbaur bersama lingkungan sekitar selama lima tahun.

Pada pertengahan 2018, sebagai wujud bakti kepada lingkungan yang telah menaunginya, Hellhouse menginisiasi sebuah gerakan non-profit; yakni workshop musik interaktif untuk anak anak kampung Wijilan. Hal ini merupakan bentuk nyata kepedulian Hellhouse terhadap perkembangan generasi masa depan ke arah positif yang didorong melalui wadah workshop, kreasi, dan performance musik hip hop untuk anak-anak yang diberi nama “KIDS ON THE BEATS”.

 

 

Hellhouse menjadikan Jalan Wijilan, yang notabene merupakan akses utama menuju kraton dan alun alun selatan Yogyakarta, sebagai tempat sebuah block party yang berisikan performance dari hasil workshop. Sayangnya, setelah acara berlangsung, tiba-tiba timbul sentimen negatif dari segelintir pihak masyarakat dan aparat kepolisian kraton. Pihak-pihak ini merasa nama dan citra Hellhouse dianggap tidak sesuai untuk tumbuh di tengah lingkungan kraton. Mereka merasa nama “HELLHOUSE” tidak layak untuk tertulis atau nampak di sebuah area, karena mengandung arti “rumah neraka”. Melalui rapat yang diusulkan oleh kapolsek kraton, pihak Hellhouse diminta untuk menurunkan dan menghapus atribut yang bertuliskan “HELLHOUSE” di seluruh area toko dan homebase mereka di Wijilan.

 

Film dokumenter It’s Wijilan diputar di Empire XXI Yogyakarta pada 30 November 2018 lalu sebagai bagian dari konten Asian Perspective, Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2018. Di luar ekspektasi, It’s Wijilan mendapat apresiasi luar biasa dari para sineas, pegiat film, dan para penonton.

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...