fbpx

Karya – karya Simple Symmetry pilihan kami

Berikut beberapa track (original mix dan remix) milik Simple Symmetry yang harus kalian simak

Lewat perbincangan di lantai dansa sampai tulisan di media, versi remix Simple Symmetry atas nomor Bongos & Tambourines milik produser asal Tel-Aviv, Autarkic sudah digadang-gadang bakal jadi sesuatu yang besar. Paling tidak sampai 2018 usai.

Meski bukan satu-satunya pilihan, tapi belakangan Bongos & Tambourines kerap dipakai sebagai pemecah kebuntuan akan lantai dansa yang lesu. Khususnya untuk pasukan disjoki pengusung nu disco – EBM yang kian hari kian banyak jumlahnya.

Tepat 10 detik setelah dua menit lagu berjalan, ada oase layer suara-suara yang mendamaikan. Lalu dua menit setelahnya muncul bebunyian hardware dalam pitch tinggi yang ampuh membuat tangan kita terangkat. Semua aspek didalamnya membuat Bongos & Tambourines selalu pantas ditunggu-tunggu untuk diputarkan.

Lipsky bersaudara asal Moscow ini memang ahlinya dalam menghasilkan anthem-anthem psikadelia lantai dansa. Tak pelak, dari Glenview Records asal Chicago sampai label pimpinan Thomas Von Party, Multi Culti pernah merilis karya-karya mereka.

Kali ini Frekuensi Antara akan merangkum beberapa track (original mix dan remix) Simple Symmetry yang harus kalian simak. Berikut daftarnya:


Suspiria (Original Mix)
Salah satu track dari album kompilasi milik label Correspondant yang dirilis 12 Oktober kemarin. Jelas betul terinspirasi dari soundtrack film cult super seram Suspiria (1977), besutan Dario Argento.
Berisikan bisik-bisik mantra angker hingga raungan minor gitar listrik dengan mode amplifier zaman baheula. Karya ini berhasil menghidupkan kembali lagu berjudul sama- milik grup progresif rock 70an asal Italia, Goblin.

 


The Magic Ray -The Tuning of The Road (Simple Symmetry Remix)
Remix version dari track bergaya motorik karya noise artist asal Berlin, Fred Bigo- yang kini menggunakan moniker The Magic Ray. Di tangan Simple Symmetry lagu ini lalu mengandung satu formula breakdown yang jenius. Dimana ada suara synth yang menggulung-gulung, petikan sitar melodius, serta sesekali genjrengan gitar ber-tremolo. Cocok untuk acid trip diatas Harley.

 


 

Whip Me In The Saloon! (Original Mix)
Dirilis dua tahun yang lalu dalam EP bertitel dalam bahasa Rusia yang berarti “Fiction”. Track ini memiliki komposisi italo sebagai pondasinya. Meski demikian kehadiran suara piano jazz dan gitar bernuansa stadium rock, serta permainan harmonica pada klimaks nya membuat kita tidak bisa tidak mendefinisikan lagu ini sebagai sesuatu yang baru. Bagaimana menyebutnya? Cowboy disco?


 

POLO & PAN – Mexicali (Simple Symmetry Remix)
Pada sound space yang lebih luas terdapat juga ruang permainan imajinasi yang luas. Dimana presence dari setiap suara menjadi terasa betul kehadirannya. Seolah membangunkan sudut-sudut pendengaran yang tidak biasa terjamah.

Begitulah kurang lebih 4 menit pertama dari track berdurasi 9 menit 4 detik ini. Setelahnya, remix dari karya Polo & Pan yang  biasa dikenal kental dengan unsur tropikal ini menawarkan petualangan tribal dengan alur yang uplifting. Penuh ketipak ketipung yang mengejutkan.

Siap-siap untuk mendengarkannya diputar di set Simple Symmetry bagi kalian yang berkesempatan untuk menontonnya dalam waktu dekat. Mengingat track ini baru dirilis beberapa hari sebelum artikel ini ditayangkan.

 


Simple Symmetry akan tampil bersama Jonathan Kusuma, Ridwan, dan Aditya Permana yang tergabung dalam kolektif Dekadenz. Pada hari Jumat, 9 November 2018. Bertempat di The Room, Hotel Monopoli, Kemang – Jakarta Selatan.

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...