fbpx

Kristian Glahita dan Okarina

Instrumen Musik Zaman Mula-Mula Menjadi Ejakulasi Aktif


Seperti rokok tanpa mancis atau John Lennon tanpa Yoko Ono, Kristian Glahita juga tidak bisa dipisahkan dengan okarina. Alat musik yang jarang terdengar (dan terbaca seperti nama selebgram kaum milenial) ini menjadi senjata pamungkas Kristian untuk mencairkan suasanya. Tidak lepas dari kesehariannya, alat musik ini menjadi mainan kalung yang dibawa Kristian ke manapun dia pergi, terutama ketika berkunjung ke alam yang menjadi tempat semedinya.

Okarina adalah alat musik yang sudah ada dari 12000 tahun lalu dan berkembang dalam berbagai macam variasi bentuk, sesuai daerahnya. Bentuk okarina yang paling gemar diproduski oleh Kristian adalah okarina lima lubang—empat lubang di depan dan satu lubang di belakang. Bahan baku yang familiar dengan tangannya langsung adalah tanah liat yang dibakar, kemudian dilusik sesuai warna suasana hati.



Lebih dari 100 okarina telah diproduksi dan dijual selama hampr tiga tahun belakangan. Okarina yang paling sempurna dia tempah pada awal 2018. Produksi awal dimulai Kristian setelah menonton salah satu trilogy film Lord of the Ring, yang memang menggambarkan peradaban zaman lampau. Okarina pada film tersebut dimainkan sebagai alat komunikasi yang bersifat rahasia, bagai bilangan biner.

Hingga kini, Kristian tetap melanjutkan produksi dan penjualan okarina secara aktif tanpa mengharap penjualan yang tinggi, karena okarina dirasa sudah cukup mewakili ke mana tangannya harus berhobi selain melukis.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

KOLEKSI: Lagu Indonesia Langka dalam Koleksi Merdi Diskoria, Indo Cosmic hingga Guruh Anti Narkoba.

Untuk seorang kolektor vinyl seperti Merdi Simanjuntak, berbagai ragam bentuk pe...

Apa dan Bagaimana Musik Elektronik Tumbuh di Kota Bandung?

Musik elektronik di Kota Bandung yang berkembang berkat akses media, koneksi Ban...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ruang

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Make: Analog Fotografi bersama Fadli Aat di Jalan Surabaya

Di segmen kali ini menantang Aat untuk merekam gambar dengan roll film Salak, se...