fbpx

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Sang Ratu Jungga yang sudah lebih dari 40 tahun berkarya, menyanyikan lagu-lagu ciptaannya akhirnya menyambangi Pulau Bali.

Senin kemarin (6/8) sepulang kerja, saya langsung berangkat ke Rumah Sanur untuk menghadiri acara yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Ata Ratu akan tampil membawakan lagu-lagu ciptaanya disana. Sejak kali pertama kabar ini terdengar, saya dan teman-teman saya sangat antusias menunggu kehadiran beliau.

Sesampainya di Rumah Sanur, terdengar suara Rika Yuniorika, vokalis dari Dromme, lantang bernyanyi dengan gayanya yang khas. Oh ternyata baru dimulai, begitu pikir saya. Memasuki area Rumah Sanur, tak lupa saya memberikan donasi sebagai tiket masuk di kotak-kotak yang sudah disediakan. Merupakan sebuah ide bagus untuk memperlakukan sistem ‘Ticket by Donation’ di acara seperti ini. Acara bisa diakses oleh siapa saja, dengan harga tiket yang menurut audiens pantas dan sesuai kantong tanpa mengurangi rasa hormat dan apresiasi. Karena kalau pasang harga tiket, terlalu mahal artinya acaranya akan menjadi sulit diakses untuk pelajar dan mahasiswa. Dan kalau terlalu murah juga pasti terasa kurang menghargai karya penyanyi berdarah asli Sumba ini.

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Sesampainya disana, saya menyempatkan diri untuk ke belakang panggung. Saya berkenalan dengan Joseph Lamont, produser dari Ata Ratu dan juga bersalaman langsung dengan Ata Ratu. Kerut di wajah dan senyum hangatnya mengingatkan saya dengan alam Sumba dengan padang savananya yang luas. Tidak berbeda jauh dengan fotonya dikala muda yang saya lihat di sampul album Music of Indonesia, Vol.20: Indonesian Guitar produksi dari Smithsonian Folkways yang dirilis tahun 1999. Malam itu Ia mengenakan kebaya merah, kain khas sumba dan hiasan kepala yang terbuat dari tembaga khas wanita Sumba. Sekitar 20 menit kami berbincang-bincang bersama. Jauh dari perkiraan saya, Ata Ratu ternyata senang bercanda. Meskipun beliau tidak lancar berbahasa Indonesia, dengan logat Sumba yang kental Ia sesekali bercanda layaknya ibu-ibu pada umumnya.

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Sudah saatnya Ata Ratu naik ke panggung. Mengingat semua lagu Ata Ratu menggunakan bahasa Kambera yang merupakan bahasa asli Sumba, pembawa acara pun sedikit menjelaskan tentang lagu yang akan dibawakan oleh Ata Ratu. Ata Ratu tadinya akan membawakan 2 lagu saja. Karena satu hari sebelumnya beliau sudah bernyanyi 6 lagu di Bentara Budaya Denpasar. Setelah 2 lagu, penonton pun meminta encore. Ata Ratu sedikit kebingungan tapi akhirnya Ia kembali lagi ke panggung dan menyanyikan 2 lagu tambahan. Salah satunya adalah lagu baru. Biarpun penonton tidak ada yang mengerti bahasa Kambera, seakan-akan perasaan dan pesan dari lagunya tersampaikan. Dari petikan jungga nya yang tak terduga, suaranya yang tanpa ragu-ragu, penampilan Ata Ratu benar-benar membuat penonton terkesima. Tanpa diduga, malam itu banyak dari penonton adalah remaja dan mahasiswa lokal. Ada juga turis yang memang sengaja datang kesana untuk Ata Ratu. Kebanyakan dari mereka penasaran dan belum pernah mendengar Ata Ratu secara langsung.

Penampilan malam itu ditutup oleh Kasimyn, yang menemani para audiens mendiskusikan penampilan Ata Ratu. Rumah Sanur terasa hangat malam itu. Dipenuhi orang-orang dari berbagai macam kalangan, tua-muda berkumpul menikmati musik dari Sumba. Ata Ratu berhasil mengenalkan hal baru ke telinga orang-orang yang hadir malam itu. Malam pun semakin larut, dan saya pulang dengan perasaan senang dan penasaran, ingin tahu musik unik apa lagi yang dimiliki oleh Indonesia.

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Melihat Ata Ratu Live di Bali

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ruang

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Perbandingan Visual Cerita Sukses Joey Alexander & Rich Brian

Dalam rangka ngabuburit, kami meluangkan waktu "stalking" akun instagram musisi ...

Kru Graffiti BTV di Podcast Terbaru GOODNWS

Dalam edisi terbaru podcast #SAYGOODNWS, Goodnws mengundang beberapa anggota kru...

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Platform musik elektronik Offset TV, Roofless Club dan beberapa seniman yang ter...