fbpx

Memadai Pendengar Psytrance di Jakarta dengan Natura

Lantunan suara bass dan kick konstan berdegup cepat seperti gemuruh suara kaki kuda yang berlari kencang. Manusia-manusia bergerak bebas tak kenal batas memenuhi se-isi ruangan, diiringi musik psychedelic trance (psytrance) sepanjang malam.

Ruangan itu gelap dengan bias cahaya ungu terpancar dari sinar laser. Kabut tebal menutupi ruangan yang berasal dari fog machine di bawah meja Disc Jockey (DJ). Daun-daun rambat menghiasi langit-langit ruangan itu, tak lupa dengan jamur raksasa yang berdiri di samping DJ. Saya terpana melihat ruangan ini, sorenya masih berbentuk sky terrace untuk pengunjung hotel makan siang dan berkumpul. Namun pada malam hari ruangan tersebut seketika disulap menjadi hutan belantara.

Suara seorang dari crowd menyalak reaksi dari lagunya, “Buset! Kenceng banget lagunya!”

“Ini belom ada apa-apanya, nanti bakal lebih kenceng lagi,” balas temannya.

Musik psytrance adalah musik yang memang cepat, alunannya yang kencang berkisaran dari 135 – 145 beats per minute (BPM). Rasanya membuat jantung deg-degan, seperti sedang diuber-uber bubaran jumat’an gara-gara ketauan nyuri sendal. Tetapi setelah terbiasa didengar, musik ini memacu adrenalin.

Efek-efek suara astral psychedelic ditambah dengan suara-suara pujaan khas India yang memang sudah menjadi ciri khas musik ini. Psytrance memang berasal dari India, berasal dari hippie-hippie yang berliburan ke India dan akhirnya tinggal disana selama bertahun-tahun. Mereka seringkali membuat acara musik di Goa dan musik-musik yang dimainkan disanalah yang sekarang dikenal sebagai goa-trance atau psytrance.

Saya berkumpul bersama anggota Natura untuk pertama kalinya dengan serius, memang untuk membicarakan tentang acara ini. Orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda tetapi satu tujuan. Kami ingin memajukan skena psytrance di Indonesia, terutama di Jakarta.

Latar belakang saya adalah seorang DJ dan saya mencintai musik trance, terutama psytrance. Jarang sekali ada tempat yang mau menerima musik ini. Mentok-mentok saya harus bermain di club besar yang memang memainkan lagu-lagu seperti itu. Namun, untuk bermain di club tidak semudah itu dan tidak bisa sesering itu. Alhasil, saya terpaksa melepas identitas dan harus bermain musik-musik yang sekarang lagi nge-tren seperti techno atau house.

Saya juga merasa bahwa trance adalah musik yang dipandang sebelah mata. Banyak orang yang sekarang mengidentifikasi musik trance sebagai musik yang kuno dan dilabelkan sebagai musik ‘kota’. Tetapi ada keyakinan bahwa psytrance bisa membuka pandangan dan bisa menjembatani mereka ke musik trance.

Alasan tersebut membuat saya ingin membuka lapak sendiri, agar bisa memainkan musik sesuka diri. Apakah saya harus terbawa arus seperti ikan mati dan tak berbuat apa-apa? Saya lebih memilih untuk melawan arus dan maju untuk membuat wadah itu. Akhirnya terkumpul lah lima orang. Kami menyebut platform kami Natura.

Memadai Pendengar Psytrance di Jakarta dengan Natura

Tujuan Natura sendiri adalah untuk membuat perayaan musik psytrance yang terekspos oleh masyarakat dan meningkatkan kesadaran mereka akan musik tersebut. Ditambah dengan visual, artwork dan bazaar agar dapat membawa suasana Goa ke dalam acara ini. Suasana yang tidak hanya membawa musik saja, tetapi mengedepankan budaya psychedelic kedalamnya.

Setelah 7 bulan persiapan, Natura datang juga. Hari itu adalah masa untuk pembuktian bahwa psytrance memiliki massa yang banyak. Saya melihat dalam lingkungan sekitar bahwa banyak yang tahu dan suka psytrance, tetapi tidak ada tempat untuk mendengarkan musik tersebut. Anak muda jaman sekarang lebih memilih untuk pergi ke restoran atau bar untuk ber-malam minggu. Sehingga, mereka hanya ter-ekspos oleh lagu yang repetitif. Musik seperti psytrance tidak akan bisa mereka temukan di tempat seperti itu.

Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 juga menjadi kunci kepedean terhadap jumlah pendengar psytrance. Karena pada saat Vini Vici batal tampil di DWP, ribuan orang menyerbu kolom komen Instagram DWP dan mengungkapkan kekecewaannya. Disitu terbukti bahwa psytrance memiliki massa luas dan bisa menyatukan banyak orang.

Yang saya tidak tahu adalah massa psychedelic dan massa trance adalah dua massa yang berbeda. Massa psychedelic ternyata belum tentu suka trance, tetapi mereka menyukai psytrance. Sementara massa trance lebih besar kemungkinannya untuk menyukai psytrance.

Saat Natura, massa membludak! Sekitar 300an orang in out dari acara mulai hingga selesai. Pada awalnya sedikit was-was karena acara dilaksanakan pada hari Jumat, tetapi ketika DJ memasukan musik psytrance pada jam setengah 10, seketika lantai dansa terisi penuh. Massa terus berdatangan sampai lantai dansa tidak bisa menampung tempat lagi yang membuat satu tempat akhirnya menjadi lantai dansa. Sampai jam 4 pagi, massa yang datang tetap berdansa.

Yang datang pun beragam, ada yang menyukai techno, house, drum and bass, trance, dan psychedelic. Diantara mereka semua, yang paling kelihatan bedanya dari lainnya adalah massa psychedelic. Massa psychedelic bisa dibedakan secara kasat mata dari cara mereka joget. Cara joget massa psychedelic tidak mengenal kelenturan badan. Gerakan mereka seakan seperti tarian Reog Ponorogo. Gerakan patah-patah, lentur, dan tak terduga seperti orang kesambet. Kami sebagai anggota Natura biasa menjuluki mereka ‘Lost in Natura’ sebagaimana slogan milik Natura.

Melihat orang yang datang dari latar belakang berbeda-beda membuat kagum. Karena disitu semua anggota tim Natura merasa berhasil. Berhasil untuk menyediakan wadah psytrance yang ter ekspos. Berhasil untuk membuktikan bahwa musik ini memang memiliki antusias yang kuat.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Kantor Teater x Chaos Non Musica x Swoofone di Tuck & Trap

Tidak hanya musik noise, tapi ada juga pertunjukan teater dan seni visual.

Angsa Hitam yang Menggabungkan Musik dan Custom Automotive

Melihat penetrasi elemen musik kolaborasi Thrive dan Kimo Rizky di website custo...

Memperingati May Day Sebagai Buruh Kreatif

Memperingati May Day bersama Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk De...

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...