fbpx

Neighbours Collective Indonesia Tour Episode Jakarta

PUXXXIMAX! Post-Alay Holistic Sound Healing

Gudset.tv dan Yes No Klub menggelar salah satu rangkaian acara Neighbours Collective Indonesia Tour pada hari Minggu, 14 April kemarin. Tur yang diinisiasi oleh Neighbours, kolektif musik arus kiri Asia Tenggara tersebut diadakan di empat kota. Jakarta sendiri menjadi titik ke-tiga setelah Denpasar dan Yogyakarta.

The Room di Hotel Monopoli dipilih sebagai tempat tempilnya 4 musisi yang berpentas dalam format dj set. Mereka adalah Acidbex, Wahono, Racun Kota, dan Gabber Modus Operandi.

Acidbex membuka malam dengan 60 menit set bernuansa industrial dan menutupnya dengan beberapa track disco. Dilanjutkan oleh Wahono, satu dari tiga anggota proyek dekonstruksi musik tradisional, Uwalmassa. The Room sudah mulai padat manusia ketika ia memainkan set nya yang groovy dan terdengar mistis di sisi lain.

Racun Kota main setelahnya. Kelompok Drum n Bass dari pinggiran Jakarta itu tampil dengan rusuh. Seperti orasi, mereka bahkan sampai naik ke DJ booth. Racun Kota malam itu sepertinya ditemani banyak pendengarnya yang sudah siap berteriak-teriak ketika lagu-lagu seperti ‘Bray’ dan ‘Rock n Roll’ dimainkan.

Lalu akhirnya yang paling ditunggu, Gabber Modus Operandi untuk pertama kalinya tampil di Jakarta. Cerita-cerita mengenai aksi gila duo asal Denpasar ini memang mengundang peansaran banyak orang. Apalagi mengenai penampilan kontroversial mereka di CTM Festival, Berlin di awal tahun ini.

Dan benar saja, Ican Harem muncul dengan baju Andy /Rif dan wig warna biru muda menyala. Ia lantas mengucapkan salam dalam Bahasa Arab saat Kas mulai memainkan musik bertempo cepat. Penonton langsung tau apa yang ada didepan mereka adalah pertunjukan tidak biasa.

Ican naik ke DJ booth, turun ke kerumunan penonton, lalu ke lantai berguling-guling. Berteriak-teriak seperti orang kesurupan yang diiringi musik reog bertenaga kuda balap. 180 bahkan 200 BPM sepertinya. Penonton pun ikut menggila.

Upacara mistis itu berdurasi 1 jam. Ican menutup penampilan dengan salam perpisahan yang mengutip dari Al Quran. Keseluruhan pertunjukan malam itu benar-benar sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa kita lihat di venue tersebut.

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Dominate Jakarta dan Akar Akar Musikalnya

Berbicara dengan Dominate mengenai roots mereka di musik.

Memadai Pendengar Psytrance di Jakarta dengan Natura

Lantunan suara bass dan kick konstan berdegup cepat seperti gemuruh suara kaki k...

Arti Leftfield, Sekedar Genre atau Lebih?

Walaupun sejarah kata tersebut muncul dari olahraga orang asing, yang mungkin en...

Berasa Model Peringatan Kesehatan, Dadang Minta Royalti

“Saya yakin itu foto saya meski banyak yang meragukannya,” kata Dadang Mulya...