fbpx

A Certain Uncertainity: Kesehatan Mental dan Chemilumen

Obrolan sebelum berpameran.

Belakangan isu kesehatan mental bisa jadi merupakan topik yang dipinggirkan dan sekaligus banyak diangkat dalam berbagai medium seni. Termasuk di antaranya seni rupa.

Aghnia Muthi (M) dan Dalilektra (D) adalah dua dari sekian banyak orang yang merasakan dorongan untuk menumpahkan peliknya persoalan pikiran ke dalam karya seni. Hasilnya, mereka akan menggelar pameran bertajuk ‘A Certain Uncertainity’ di Third Eye Space, Jakarta pada tanggal 7-8 Desember besok

Sebelum berpameran saya mengajak keduanya ngobrol-ngobrol. Membicarakan rasa mendesak dalam berkarya, hingga penggunaan teknik chemillumen yang terbilang unik.

 

 

Mengapa lo merasa perlu mengadakan pameran atas karya-karya lo?
M:
Ini lumayan personal sih. Long way before gue bikin karya-karya ini, banyak banget orang yang bilang gue pindah-pindah lah, zig-zag lah. Hari ini ngerjain apa, besok ngerjain apa. Dan itu bikin gue mikir “kenapa gue harus ninggalin jejak?”

Makanya goals gue di tahun ini adalah untuk ninggalin ‘keduitan’ gue lah. Gue resign dari kerjaan full time dan ngelakuin ini. Gue pengen apa yang muter di kepala gue bisa diem.

Nah momen ini pas banget karena gue bisa ketemu Dea, temen yang memang satu frekuensi sama gue. Dia tau apa yangkurang lebih gue rasain.

 

Tapi ada banyak cara lain untuk mendistribusikan karya lo, termasuk lewat social media. Kenapa harus dalam format pameran?
M:
Pameran itu kan bisa dilihat, dipegang, jelas ada fisiknya. Gue berharap lewat pameran orang bisa rasain apa yang gue rasain.

Karya gue sendiri kan sifatnya analog, jadi memang cari format yang istilahnya ‘back to basic’.

D: Lebih ke experience at the moment yang emang bisa terus diinget sama orang. Ya kita being human aja sih, kalau di pameran kan indra kita bekerja untuk ngerasain karya-karya itu.

 

Belakangan isu kesehatan mental sering disuarakan lewat berbagai medium seni, mulai dari musik, sastra, hingga seni rupa. Bagaimana pandangan lo tentang lebih banyaknya pelaku seni yang semakin loud tentang hal ini?

M: Pastinya karena informasinya ya. Sekarang udah banyak banget informasi soal hal itu. Tapi ini bisa ada positif dan negatifnya sih. Di satu sisi ada orang-orang yang mengakui mental illness-nya hanya untuk mendapatkan recognition dan fame, dan itu bikin mereka yang bener-bener punya hal itu jadi jelek konotasinya.

 

D: Kalo kita sendiri di sini sebenarnya mau labih bare face aja sih. Dalam arti kita harus berani menelanjangi diri sendiri dan ngasih tau kalau this is real.

 


Apa yang membuat lo memilih untuk bermain dengan chemilumen?
M:
Awalnya gue biasa main pakai lumen aja dan objeknya adalah daun-daunan. Tapi gatau kenapa pas selesai ngerjain itu I feel nothing aja gtu. Nah di chemilumen kan beda, ada developernya, jadi emang meskipun tekniknya sama, tapi feelnya beda.

Dan yang gue suka dari chemillumen tuh dia bisa menghasilkan warna yang gue enggak duga. Ada beberapa karya yang gue kira bakal kayak gimana, eh tapi ternyata jadinya beda. Apalagi kalau pake developer kayak karya gue yang ‘Anger’, coraknya bisa bayang-bayang, scaterred tanpa perlu gue gambar.

 

Mengapa meresponnya dengan soundscape? Apa yang sebenarnya ingin digambarkan?

D:  Karena chemical kan mudah terpengaruh sama banyak hal, termasuk sound. Dan lewat osilasi yang dihasilin dari modular itu nantinya akan ngehasilin gelombang-gelombang yang certain, tapi hasilnya yang enggak certain. Jadi memang sepertinya bakal cocok sih.

 

Apakah ada ekspektasi tertentu sama pameran besok?

D: Enggak ada. Kita enggak muluk-muluk kok. Ini emang moment kita buat let go aja.

M: Aduh kita sih malah takut ya sama ekspektasi. Lagian untuk apa kita worry sama apa yang datengnya dari dalem?

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Lightshow di Duklu Coffee Medan

Bangunan kafe ini memantulkan aneka warna di malam hari.

Iblis & Malaikat Dalam Jiwa Alipjon

Dalam jiwa Alipjon, iblis dan malaikat berjalan bersama. Ked...

Frame of Mind: Sebelum ‘Tembus Pandang’.

Ngerjain semuanya bareng-bareng.

Rave Pasar 2020 Umumkan Line-up Pertama

Gabber Modus Operandi,Raja kirik dan Krowbar ambil bagian.