fbpx

Ambil Alih Hotel Monopoli

Berbagai festival yang pernah digelar di sana.

Masih ingat launching party kami yang berjudul Optimal? dimana kami mendatangkan sekitar 2000 orang lebih dalam satu malam dengan mengambil gedung Hotel Monopoli di bilangan Kemang. Ketiga area yang terdapat di Hotel Monopoli secara serentak menjadi arena tampilnya berbagai musisi dan DJ yang telah meramaikan skena musik lokal.

Seperti The Moon, misalnya yang malam itu dimeriahkan dengan iringan musik Disco hingga House oleh Pleasure, dan ditutup dengan penampilan spesial oleh Chida. Sedangkan The Room menjadi merah dan intense  akibat ulah Jonathan Kusuma, Aditya Permana, dan Ridwan dari gerombolan Dekadenz. Tentunya dengan memboyong Switchdance, produser asal Portugal yang mengakhiri kemeriahan di The Room hari itu.

Kegilaan juga terjadi area The Bloom, lantai dasar Hotel Monopoli. Di mana kolektif Cul de Sac bersama sederet nama rapper yang tengah bersinar beraksi ugal-ugalan di atas panggung. Mikrofon malam itu jadi tongkat estafet bagi A. Nayaka, Matter Mos, B.A.P, kara Chenoa, Jere Fundamental, hingga anak-anak Onar.


 


 

Curah keringat penuh semangat dan senyum lebar yang sumringah menghiasi penuh sesak pengunjung Optimal. Antrian panjang di depan Hotel Monopoli tidak dapat dihindarkan, banyak yang harus pulang karena tidak kebagian tempat (kami minta maaf soal hal ini. Lain waktu coba datang lebih cepat!)

Kemeriahan Optimal ternyata menjad inspirasi bagi beberapa kelompok untuk mengadakan hal serupa, yakni pesta musik serentak di tiga area Hotel Monopoli.  Salah satunya adalah “Future Kulture” party yang diusung kolektif pioneer Indonesia, Future10.

Sebenaranya nama Future Kulture sudah beberapa kali dipakai sejak zaman rave masih hidup banget, pada waktu itu Future Kulture pertama kali diadakan di Wizard, sebuah gedung teater setengah jadi di Taman Ria yang kerap kali dipakai untuk rave party. Meski Future Kulture di Hotel Monopoli tidak sebesar dan seramai seperti edisi terdahulunya namun festival besutan Future10 ini terbilang meriah.

Sunmantra, Random Brothers, Latex, dan Agrikulture adalah line up di area The Bloom, semuanya menampilkan musik live electronic. Sedangkan di the Room digelar Turn On Plastic, salah satu club night-nya Future10 dari zaman superclub Centro yang berhasil melahirkan generasi baru di skena electronik pada saat itu.

Menyusul setelahnya, konsep take over Hotel Monopoli juga dilakukan oleh kolektif Goodfellas. Festival bertajuk ‘House State’ yang diramaikan 27 talent lokal ini juga sepertinya ramai dan seru (Hasil pantau kami di media sosial).

Tidak hanya party music, festival lintas genre yang menghadirkan berbagai band-band independen kenamaan juga pernah dihelat dengan konsep take over. Adalah The Other Festival, yang digelar selama tiga hari dan menampilkan Feast, Trees & Wild, hingga Teenage Death Star.

Tidak hanya aksi dari beberapa band terpilih, The Other Festival juga diramaikan dengan berbagai workshop hingga karaoke session. Seru sekali, mungkin baru kali itu Hotel Monopoli diramaikan para penikmat musik indie.

Sepertinya ide untuk mengadakan festival di gedung hotel paling hits ini masih akan terus berlanjut, dan kami adalah salah satu yang akan kembali mengadakannya. Ya, Optimal edisi selanjutnya akan segera datang. Lebih besar dan meriah, digelar selama tiga hari, tanggal 12-14 Juli 2019. Konsep festival festival yang berbeda akan kami sajikan untuk kalian semua, pantau akun instagram kami untuk info lengkapnya!

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Cerita Rave Pinggiran Polandia di Era 90an

Melawan keresahan dengan techno sekenceng 140 bpm

In Bed With: Simple Symmetry

Gangguin istirahat siang Simple Symmetry.

Pesta Penyembahan Matahari ke-28

Upacara adat desa Potato Head.

Kolaborasi Moodyman x New Era

Kolaborari penghormatan untuk Detroit.