fbpx

Ame & Awe: Tentang menjadi anak kembar.

Dalam rangka peluncuran koleksi ‘Womb Mates’ dari label UGLY.

Saya memiliki seorang saudara kembar. Dan tentunya bagi beberapa orang, hubungan saudara kembar adalah sesuatu yang spesial. Tapi saya nggak punya banyak kesempatan untuk memastikan hal tersebut, karena memang nggak banyak juga sih kakak beradik kembar yang saya kenal.

Tapi beberapa hari lalu, label busana lokal UGLY baru saja merils capsul collection bertajuk ‘Womb Mates’ yang meneksplorasi konsep kembar menjadi rilisan-rilisan terbarunya. Ugly bekerja sama dengan Salwa (Awe) dan Salma (Ame) Ugly berupaya mebahasakan berbagai polemik hubungan kembar dengan presentasi yang casual.

Nah, di malam peluncuran koleksi ‘Womb Mates’ saya ngobrol-ngobrol sama Ame dan Awe. Berbagi cerita tentang kesamaan kita, terlahir sebagai anak kembar.

 

Jadi gimana sih awalnya bisa kolaborasi sama Ugly?

Ame: Akhir tahun lalu Ayu sama Nasta ngontact kita. Mereka bilang kalau Ugly mau ada rilisan baru yang tema nya twins. Kita sendiri emang udah tau brand Ugly dari lama, dan emang suka juga sama Ugly.

Baru deh dari situ kita ngonrol-ngobrol. Kebetulan Awe juga kan illustrator.. eh apa sih sebutan lo? Gue nggak tau, haha.

Awe: Yaa freelance illustrator lah, haha. Jadi sebenarnya kita idein daripada collab cuma karena kita twins doang sekalian aja gue bikin gambar nya.

Ame: Iya kan, jadi bisa diliat ini gambar-gambar yang ada di baju ini (menunjuk baju Awe) itu tuh emang gambar-gambar nya dia. Kita juga sesuain sama karakternya Ugly yang kita tau. Yang emang absurd, monster-monsteran lah. Ada tangan atau organ-organ badan gitu di barang-barang nya.

 

Ngomong-ngomong, sebagai anak kembar gue nggak percaya loh kalau gue punya ikatan batin yang lebih kuat dari orang-orang di sekitar gue. Kalau kalian gimana?

Ame: Nah itu dia kenapa di desain nya Awe itu banyak gambar otak dan hati. Sebenarnya itu mau ngegambarin tentang pandangan orang aja sih. Pasti lo sebagai kembar juga sering lah ya ditanya kayak “eh kalian kalau satu sakit terus satunya ikutan sakit dong?” kayak gitu-gitu. Padahal ya sebenarnya nggak.

Awe: Kita dari kecil biasa aja. Nggak sampe kalau gue sakit  terus Ame jadi ikutan sakit gitu. Atau gue sedih terus dia di tempat jauh jadi ikutan sedih juga gitu, nggak pernah sih.

Ame: Tapi gue kenal juga sih kembar yang kayak gitu tuh. Ibu nya Kak Gibhran (Ugly) itu juga kembar tuh, tapi mereka punya ikatan batin yang kuat banget. Mereka tinggal beda negara tapi bisa ngerasain kalau satu sama lain sedih. Tapi kita nggak kayak gitu sih ya?

Awe: Emang nggak sih.

Ame: Tapi ini analisa gue aja ya, mungkin karena kalau generasi sebelum kita ngeliat anak kembar tuh sebagai sesuatu yang wah banget. Jadi semuanya terbiasa dibikin bareng, pake baju sama, semuanya sama. Sedangkan kita yang millenials mungkin nggak dididik kayak gitu sama Orangtua. Gue sama Awe bahkan nggak pernah boleh sekelas.

 

Ukuran baju atau sepatu kalian sama nggak? Kan lumayan tuh bisa tuker-tukeran.

Ame: Untungnya sih sama ya. Dan kita emang lumayan sering juga tuker-tukeran. Walaupun soal selera masih agak beda ya. Misalnya Awe, dia nggak mau pake baju lain selain warna hitam.

Makanya di koleksi Ugly ini ada yang warna hitam yang ngewakilin Awe, dan yang lebih colorful buat ngewakilin gue.

Awe: Kita udah biasa sih kayak sharing is caring. Jadi kayak gue mau minjem sepatu Ame misalnya ya santai aja.


Gue ngerasa salah satu hal yang kurang ngenakin dari punya saudara kembar adalah sering dibanding-bandingin. Kalian juga ngitu nggak?

Awe: Ya, setuju, haha. Sebenarnya justru bukan parents sih yang sering gitu. Tapi justru malah orang-orang di sekitar kita.

Ame: Kalau keluarga justru mahal udah biasa ngeliat kita sebagai orang yang berbeda sih, kayak gue hobi nya apa , dia cita-cita nya apa. Semuanya udah tau kalau kita berbeda.

Awe: Eh gue inget contohnya. Misalnya kita pergi bareng terus Ame pake dress dan gue pake celana, orang-orang langsung aja tuh komen “Oh kembar ya? Pasti kamu lebih girly? Yang satu lagi pasti lebih tomboy?” Padahal sih kebetulan aja. Nggak ada yang lebih tomboy atau girly.

Ame: Ya intinya paling bikin nggak enak itu kalau orang masin nganggep kita sebagai satu orang sih. Padahal kita tuh ya dua orang yang berbeda. Kit beda entity.

 

Kalian percaya nggak kalau semua orang punya doppelganger? Dan kalau iya, apa kah kalian ngerasa kembaran kalian sebagai doppelganger? Terlepas dari bloodline nya ya.

Ame: Nggak sama sekali, haha. Contoh yang paling gampangnya adalah dia lebih introvert dari gue.

Awe: Nggak sih. Mungkin secara pola pikir ada samanya, tapi personality wise emang beda banget.

 

Oke, kalo gitu kita udahin deh topik kembar-kembaran nya. Gue mau nanya ke kalian nih masing-masing. Pernah kah lo merasa ragu sama pilihan yang lo ambil dalam mencapai mimpi lo?

Awe: Yeah of course. Gue sering banget ragu dan setback sendiri, I think it happens to the best of us. And I dont think we even have to be sure about anything. 

 

Ame: Pernah lah. Pasti semua orang ada ragu nya, tapi kalo gue ngeliat nya nggak ada pilihan yang salah dalam hidup. Semua pasti ada consequence dan as long as you enjoy the things youre doing, its all gonna be alright.

Gue juga merasa anak-anak sekarang di 21st century ini exposed to a lot of things Dan sekarang juga banyak hal yang jadi lebih accessible yang membuat anak-anak sekarang tuh jadi lebih banyak pilihan.

Lo bisa melakukan satu hal, while doing another thing yang bener-bener nggak nyambung on ur free time. Dan menurut gue itu hebat nya anak2 sekarang, you dont have to pick just one thing to do with your life, you can do a lot. Nggak ada right or wrong.

 

Misal nya ada waktu nya gue kayak kangen sama hobi atau aktifitas yangg dulu gue suka lakuin tapi udah jarang sekrangn. Tapi kayak the way i see it, u can always go back to it kapan pun lo mau and just be greatful of the path ur in now.

 

Pernah nggak mikirin akan ada di mana kalian masing-masing 10 tahun dari hari ini?

Awe: 10 taun dari sekarang? apa ya, hahaha. Well if the earth hasn’t collapsed yet, hope I’m still constantly learning from everything and everyone around me?

Ame: Kayaknya gue kurang pas untuk ditanyain pertanyaan macam ini. I feel like these days people are so pressured to have 5 year goal, a 10 year goal. Ya maybe some people will judge me with my answer, kayak nggak punya goal. But to be honest as long as Im happy, nggak punya utang, nggak nyusahin orang, dan masih mampu utk jalanin hidup dan lifestyle pilihan gua.

Maybe ask me this in a year or two, I’ll have a different answer but for now I’m just focused on being a good person from the inside and building on that, and developing all my creative energy and over all mindset on being good and happy.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...

Hibriditas Musik Barakatak

Dari Electric ke Apple dan mereka kembali menari bersama di Yogyakarta, dalam ac...

Memperingati May Day Sebagai Buruh Kreatif

Memperingati May Day bersama Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk De...

Aktivitas Foto Prewedding Mengganggu Wisatawan di Bali

Apapun tujuannya, pemotretan prewedding bukanlah suatu hal yang tercela.