fbpx

Arti Leftfield, Sekedar Genre atau Lebih?

Kata leftfield sering sekali disebut dalam seputaran perbincangan skena. Sebenarnya apa maksudnya?

Dua minggu lalu di acara takeover Optimal yang mendominasi seluruh gedung bersama tiga kolektif musik elektronik ternama ibukota: Dekadenz, PLEASURE, dan Cul De Sac di Hotel Monopoli, Jakarta Selatan. Antrian masuk panjang dan mengular didepan pintu. Setelah berebut masuk dengan pengunjung lain, akhirnya saya berhasil masuk ke venue yang ramai dan over-limit. Saya langsung melangkahkan kaki menuju ruangan bawah tanah. Menuruni tangga darurat bagi saya lebih masuk akal daripada menunggu lift yang sibuk dengan banyak orang mondar-mandir atas bawah.

Ruangan itu gelap, hanya diterangi dengan lampu strobe merah yang mengikuti lagu dengan orang-orang berjoget dibawah gemerlapnya. DJ memainkan lagu yang begitu beragam dan luas tanpa melupakan dance floor feelings. Ada electronica, synth punk, EBM, new wave, goth hingga kraut. Sound yang fresh dan mengugah curiga ini mungkin aneh bagi beberapa mereka yang enggak biasa mendengar. Saya bertanya ini genre apa kepada salah satu teman saya.

“Leftfield,” jawabnya.

Ini bukan pertama kalinya saya mendengar kata ‘leftfield ‘. Saya sering membacanya di banner-banner toko CD atau vinyl. Kata itu tertulis menyelip di antara disco, house, afro, rock, dan pop. Saya pikir itu sebuah genre sebelumnya. Juno dan Discogs, dua nama distributor digital musik besar di dunia juga menyortir leftfield dalam sub-kategori genre di bawah ekperimental.

Kata leftfield sendiri dikenal sejak era aktif pioneer-nya ‘Quirkit!‘. Underground party promotor ini memakai kata leftfield dalam press rilis mereka. Masuk dan menjamurnya superclub di Jakarta pada tahun 2005, memacu Heru K, Gerhan, Leo, Ridwan S, Aditya Permana untuk memulai party dengan music yang mereka suka dan jauh dari apa yang dimainkan superclub.

“Iya dulu Quirkit! memang arahnya mau lebih kiri dari yang ada di club-club gede,” ucap Aditya Permana. “Leftfield adalah sayap kiri, lawannya sayap kanan, enggak ditengah. Kalau kanan itu positive, Yah… kiri negative. Kalau kanan putih, kiri hitam”

Aditya Permana yang sekarang aktif dalam Dekadenz, sebuah serial event dengan konsep primitive lunatic, mencoba menjelaskan arti leftfield sebagai musik yang lebih far-out dalam aksesibilitas dan experimental suaranya dibandingkan musik popular.

“Mungkin aja ada rilisan album dub dari satu band postpunk atau remixan yang abstrak gitu. Jadinya leftfield,” jelas Aditya dalam segi musikalitas.

Putra Fadhil, yang biasa dikenal dengan nama panggung Artificial, anggota Talking Machine, sebuah upcoming label asal Jakarta. Menceritakan arti leftfield dari sebuah pengertian permainan baseball. Pemain yang mendapatkan posisi lapangan bagian kiri selalu lebih susah untuk mendapatkan skor, ujarnya.

“Leftfield itu mengambil jalan yang sulit untuk sampai tujuan,” kata Artifical. “Lebih susah tapi lebih worth it.”

Gerhan, pemilik record label Akamady atau dikenal dengan projeknya di Ene Records sebagai Komodo, memberi arti leftfield sebagai musik yang berada di luar jalur mainstream. Tidak akan komersil, sering dianggap nomor dua dan sulit jadi menjadi pilihan pertama. Tetapi menurutnya di dalam kata itu ada maksud yang lebih luas dari segi musik saja.

“Leftfield bukan hanya di music, bisa saja ditemukan dalam art, fashion, dan hal lain,” jelas Gerhan. “Kalau bagi gua, It’s a way of life.”

“Ya, lo hidup diluar sistem-sistem yang ada, kayaknya apa yang gua jalanin selama ini leftfield,” tutup Gerhan sambil tersenyum.

Walaupun sejarah kata tersebut muncul dari olahraga orang asing yang mungkin enggak terlalu make sense untuk banyak orang di Indonesia. Setiap pribadi mungkin memiliki pengertiannya masing-masing tentang arti leftfield; sebagai pemahaman musik, tata sikap melaksanakan seni, ataupun pilihan lifestyle.

1 Comment

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha Okokan Brahma Diva dan Bali Extreme Drummer

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...

Apa dan Bagaimana Musik Elektronik Tumbuh di Kota Bandung?

Musik elektronik di Kota Bandung yang berkembang berkat akses media, koneksi Ban...

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Performativitas Media, sampai ke Dangdut Koplo

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Berasa Model Peringatan Kesehatan, Dadang Minta Royalti

“Saya yakin itu foto saya meski banyak yang meragukannya,” kata Dadang Mulya...