fbpx

Artis Versi Hologram, Masa Depan Dunia Hiburan?

Siapakah selebriti lokal yang patut dihidupkan kembali?

Tahun 2012 silam Coachella Festival dikejutkan dengan penampilan Tupac Shakur versi hologram. Di malam itu penggemar yang menyaksikan masih ada yang bingung, ‘halu’ dengan apa yang dilihat karena kebanyakan konsumsi alkohol atau bagi yang percaya dengan konspirasi bahwa Tupac manipulasi kematiannya, sebenarnya masih hidup. Walaupun Celine Dion pernah duet bersama Elvis Presley versi hologram tahun 2004 silam, tetapi nggak se-nyampe Tupac.Untuk kali pertamanya teknologi ini diperkenalkan ke khalayak umum oleh Digital Domain, studio FX peraih piala Oscar film Benjamin Button tahun 2008 silam sebagai efek visual terbaik, X-Men: Days of Future Past dan Tron Legacy juga garapan mereka. Walaupun setelah itu banyak media yang menyatakan kalau itu bukan hologram, melainkan CGI, tetap saja proyek yang diestimasi antara $100.000 sampai $400.000 ini patut diacungi jempol dan berkesan sampai saat ini. Sejak itu dari Michael Jackson dan Ol’ Dirty Bastard sempat “tampil” juga di beberapa acara.


 

 

Berjalannya waktu teknologi hologram ini naik kelas, Base Hologram mengadakan tur bareng Roy Orbison bersama band pengiring dan orkestra yang tentunya dengan manusia asli. Tur yang dimulai dari kota Oakland tahun 2018 silam ini menyita perhatian salah satu penggemarnya yang sering nonton semasa hidupnya antara tahun 1964 sampai 1988 sekaligus penulis buku Roy Orbison: The Invention of an Alternative Rock Masculinity, beranggapan kalau konsernya cocok sebagai penghormatan bagi peninggalan Orbison dan langkah yang bagus untuk evolusi penampilan live. Walaupun banyak yang tidak setuju dengan alasan tidak otentik dan tidak bernyawa dalam menirukan penampilannya, bahkan penyelenggara dituduh eksploitasi kematian artisnya tanpa sepengetahuannya belum lagi menghapus garis antara kehidupan dan kematian. Di sisi lain rekan-rekan musisi seperti Chris Isaak dan Bruce Springsteen yang memuja bakatnya menggambarkan presentasi panggungnya seperti ilahi, malaikat, makhluk yang unik dan datang dari dunia lain.

Terakhir banget dunia kembali digemparkan dengan teknologi hologram ini, James Dean yang juga sosok ikonik kembali lagi berakting di film layar lebar berjudul Finding Jack, set film di era perang Vietnam. Memang film Hollywood akhir-akhir ini banyak aktor dengan versi lebih muda-nya dengan CGI. Konsep seperti ini untuk produksi film lebih terlihat mudah sudah terbukti di Rogue One, Gemini Man dan Furious 7.

Bagaimana kalau artis lokal dihidupkan kembali ya? Siapakah yang paling pantas?

Kalau mengikuti pasar, ,multitalenta seperti Benyamin Sueb dalam versi hologram cukup bisa mengajak penonton kembali tertawa seperti film-film dahulunya. Yang pasti lebih baik dari penampilan Reza Rahardian. Untuk penampilan konser tidak dipungkiri figur legendaris seperti Chrisye dimana sempat diadakan penampilan penghormatannya di festival Synchronized terakhir, walaupun hanya video tetapi penonton cukup terharu terbawa emosi. 

Untuk konser yang bisa terlihat keren dan edgy, Ucok Aka versi hologram tampil bersama band AKA-nya atau bareng Achmad Albar di Duo Kribo. Bagaimana dengan film? Menurut kami film biopic full CGI tragedi 30 September versi baru patut ditayangkan bagi generasi penerus.  Menghidupkan kembali 7  jenderal pahlawan revolusi bisa menimbulkan kekecaman di hidup kita bisa juga sebagai evolusi dunia perfilman nasional?


 

 

 

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.