fbpx

Bagaimana jika pakaianmu hidup?

Dan bahkan dapat menyumbangkan oksigen.

Belakangan marak diangkat fakta-fakta tentang bagaimana industri fast fashion dapat merusak bumi dan ekosistem yang hidup di dalamnya. Hal ini tentunya disebabkan oleh banyaknya limbah tekstil yang secara pesat kian bertambah jumlahnya.

Inovasi harus diciptakan, apa yang kita pakai tidak seharusnya menimbulkan kerusakan pada bumi. Hal itulah yang menjadi dasar dari seorang desainer keturunan Kanada-Iran, Roya Aghighi dalam menciptakan pakaian berbahan ganggang tumbuhan. Yang tentunya dapat merubah karbon dioksida menjadi oksigen.

hio

Dinamai Biogarmentry, pakaian yang dapat melakukan proses fotosintesis ini berhasil memenangkan Dezeen Awards 2019 untuk kategori Sustainable Design. Berkolaborasi dengan University of British Columbia dalam proses produksinya, karya Aghighi ini bisa disebut sebagai pakaian pertama yang dapat bernafas.

 


“Aspek kehidupan dalam tekstil ini  akan mengubah hubungan pengguna dengan pakaian mereka, serta mengubah perilaku kolektif akan kebiasaan kita yang berorientasi pada konsumsi agar membentuk masa depan yang berkelanjutan.”


 

Proses pembuatan Biogarmentry tentu tidak mudah. Jika dipasarkan harganya juga sepertinya tidak akan murah. Tapi jika untuk keberlangsungan bumi kita, mungkinkah ini bisa jadi jawaban?

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Cerita perjalanan 16 tahun maternal disaster

Berbagi sedikit ilmu bisnis, cerita membangun komunitas dan ...

Columbia + Opening Ceremony = Retro Nyampe

Bergaya 80an nggak akan pernah gagal

Kolaborasi Motown X Carhartt WIP Telah Dirilis

Masih dalam rangka perayaan enam dekade Motown Records.

Kolaborasi Moodyman x New Era

Kolaborari penghormatan untuk Detroit.