fbpx

Band-Band Ini Saya kenal Lewat MySpace

Terimakasih MySpace! meskipun kesalahanmu susah dimaafkan.

Media sosial yang berjasa banyak bagi industri musik dunia, MySpace baru saja ketimpa masalah. Seluruh data berupa foto, video, hingga lagu yang diupload pada tahun 2003 – 2015 dinyatakan hilang. Migrasi server disebut-sebut sebagai penyebab musibah tersebut -hingga diperkirakan ada sekitar 50 juta lagu yang hilang dari MySpace.

Kecewa? Tentu saja, MySpace adalah media sosial favorit saya di masa jayanya. Sebelum akhirnya Facebook dan lalu berbagai media sosial lainnya mengambil alih perhatian, MySpace adalah kompas bagi trend musik. Khususnya ketika membicarakan band-band baru.

Anak band, produser, atau bahkan penikmat musik pasti pernah merasa betul-betul ketergantungan dengan portal yang pernah menjadi rumah untuk kurang lebih 14 juta musisi ini. Termasuk saya, yang kalau diingat-ingat dengerin banyak banget musisi keren untuk pertama kalinya di MySpace, lalu dari situ mulai cari tahu dan semakin tertarik.

Namun bukan band internasional, karena justru memperhatikan grup-grup musik lokal independen lah yang dulu jadi kegiatan favorit saya di MySpace. Hasilnya? saya jadi tau beberapa nama berikut:

 

Inspirational Joni
Ada satu hal yang sangat menarik tentang masa kebangkitan band-band independen lokal. Dimana tanpa kesepakatan apapun, hampir semua band menuliskan banyak sekali nama-nama band seperjuangan pada bagian “thanks to” didalam lembar pembungkus rilisan fisik. Disitulah saya mencoba mencari tahu lebih banyak lagi band indie yang belum pernah saya dengar. Termasuk diantaranya yang lumayan sering muncul adalah nama Inspirational Joni.

Di masa transisi SMP ke SMA saya dan temen-temen memang lagi getol-getol nya dengerin band pensi. Dan tentunya grup-grup musik luar yang gayanya keren, seperti International Noise Conspiracy. Maka dari itu, pas ngedengerin Inspirational Joni untuk pertama kalinya di MySpace saya langsung tertarik banget. Sudah gitu, enggak lama setelahnya ternyata unit indie rock dengan lagu-lagu bertema disko ini jadi semakin heboh setelah masuk kedalam kompilasi OST. Catatan Akhir Sekolah.


 

Monkey to Millionaire

Lagu yang tentunya bikin saya tertarik sama Monkey to Millionaire sampai diputer terus-terusan pastinya adalah ‘Rules and Policy’, single yang dilepas bahkan sebelum album ‘Lanti Merah’ yang berhasil membesarkan nama mereka.

Untungnya Monkey to Millionaire enggak cuma sekedar besar di era MySpace. Meski tinggal tersisa dua personel awalnya, tapi salah satu jebolan festival musik indie paling tersohor di zaman nya ini ngebuktiin kalau mereka masih produktif.

Jadi inget Kalau pengen liat mereka manggung di era MySpace dulu. Tinggal pantengin aja kolom schedule yang ada di profilnya, kumpulin temen, dan langsung deh rencanain buat nonton bareng.


 

Holy City Rollers

Lagu Holy City Roller kayaknya bakal menarik buat didengerin sama penggemar The Strokes atau The Libertines. Termasuk saya yang dulu melabel band indie dengan jaket kulit itu sebagai suatu hal yang keren.

Dua lagu yang bikin nama band bentukan tahun 2005 ini melambung adalah ‘Kingdom of Alordia’ dan ‘Hook Up’. Meski sebenarnya mereka terlalu mampu untuk langsung memproduksi klip video untuk dua track tersebut, tapi mendengarkan nya di akun MySpace milik Hoy City Rollers lebih sering jadi pilihan kala itu.

Setelah sempat hilang ditelan hiruk pikuk Ibukota, kini kuartet tersebut sudah kembali aktif manggung. Tahun lalu bahkan mereka sempat merilis single di gelaran Record Store Day 2018.


 

Arck

Oke, saya ngerti, mungkin dari nama-nama di daftar ini belum ada yang mewakili skena paling berkembang di era MySpace, yaitu Hardcore, Punk, Emo, hingga Metal. Karena kebetulan emang yang nulis artikel ini enggak banyak dengerin musik-musik di frekuensi tersebut pas era MySpace.

Namun bukan berarti enggak ada yang menarik dan saya suka lagunya. Satu unit post-hardcore bernama Arck, lewat lagunya yang berjudul ‘Childhood War’ telah menjadi pintu gerbang bagi saya buat cari tahu lebih lagi soal musik-musik sejenis -para pangeran MySpace Tanah Air.

Ketertarikan saya sama Arck bahkan berhasil bikin saya mampir ke Spazio, salah satu cagar budaya poni miring di bilangan Pondok Indah yang membuat ekosistem musik tersebut lebih berkembang.

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Kelompok Penerbang Roket di Galaksi Palapa

Mendengar dan memahami rilisan terbaru Kelpmpok Penerbang Ro...

Mengurai Kritik Musik Hiphop dalam Flip Da Skripz

Flip Da Skripz seperti menjadi “kitab” bagi penggemar hi...

Kenapa Digging Lagu di Youtube?

Dan rekomendasi channel-channel Youtube buat dikulik.

Aksi 225 dalam foto analog

Demo boleh, rusuh jangan!