fbpx

Berita Duka Cita: MAD magazine tutup!

Dunia jadi membosankan tanpa kehadiranmu.

Satu per satu publikasi cetak tutup, salah satunya majalah penuh satir yang ikonik dan berpengaruh, Mad Magazine yang memberhentikan publikasinya setelah 67 tahun beredar. Edisi Agusutus mendatang akan menjadi yang terakhir. Tetapi jangan sedih dulu, koleksi Mad dalam bentuk buku tetap akan terbit setiap akhir tahun yang bisa kalian dapatkan hanya di toko komik.

Majalah Mad yang terkenal dengan cover ngehenya dengan maskot bergigi ompong bernama Alfred E. Newman ini berdiri tahun 1952. Awalnya muncul dalam format komik, sampai akhirnya berubah menjadi majalah tahun 1955.

DC publisher yang bertanggung jawab memasarkan Mad Magazine membuat pernyataan bahwa setelah edisi nomor 10 tidak akan ada konten baru, di edisi 11 yang akan datang sifatnya hanya nostalgia dengan menampilkan konten-konten klasik, itupun hanya bisa didapatkan bagi pelanggan.

Dunia akan kehilangan kritik ngehe, parodi, dan kenyinyiran ala majalah Mad. Satirnya yang membawa suasana politik atau kejadian-kejadian di budaya pop yang lagi panas di mata Mad berubah menjadi lucu dan aneh. Begitupun dengan konten dan cara kami berpikir di Frekuensi Antara, terbentuk secara ilmiah karena dari masa kecil majalah ini telah menjadi bacaan favorit.


Untuk mengenang betapa besar pengaruhnya berikut cover-cover majalah Mad yang menurut kami lucu:

 

Hasil gambar untuk mad magazine cover

Hasil gambar untuk mad magazine cover

Hasil gambar untuk mad magazine cover

Gambar terkait

Hasil gambar untuk mad magazine cover

Hasil gambar untuk mad magazine cover

Hasil gambar untuk mad magazine cover grand theft

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Kantor Teater x Chaos Non Musica x Swoofone di Tuck & Trap

Tidak hanya musik noise, tapi ada juga pertunjukan teater dan seni visual.

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ruang

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Aktivitas Foto Prewedding Mengganggu Wisatawan di Bali

Apapun tujuannya, pemotretan prewedding bukanlah suatu hal yang tercela.

Make: Analog Fotografi bersama Fadli Aat di Jalan Surabaya

Di segmen kali ini menantang Aat untuk merekam gambar dengan roll film Salak, se...