fbpx

Corat-coret Demonstrasi

Obrolan bareng seniman jalanan asal Ibukota, Bujangan Urban.

Demonstrasi dengan semangat damai pada 30 September kemarin berubah menjadi teror di malam harinya. Tim Frekuensi Antara sempat mampir ke lokasi sekitar pukul 5 sore, menjelang waktu bubarnya demonstran, yaitu pukul 6 sore. Gas air mata dan water cannon sudah mulai dikerahkan, pukul 7 pun kami melipir dan pulang. Di tengah keramain massa, kami menemukan banyak karya milik seniman jalanan Bujangan Urban.

‘Bunga’-nya yang ikonik telah banyak menghiasi kota-kota di Indonesia, dari tembok-tembok jalan sampai di atas bangkai kapal. Kami lantas mengajaknya berbicara seputar vandalisme dalam aksi demonstrasi.

 

Kenapa turun ke jalan?

Kenapa gue turun ke jalan, karena gue merasa dari apa yang gue baca tentang UU-nya banyak yang nggak berpihak ke masyarakat. Dan sebelum gue turun ke jalan gue juga ngeriset tentang 7 desakannya.

 

Sebagai seniman, bagaimana tanggapan lo ketika melihat demonstrasi yang berubah menjadi kerusuhan?

Menurut gue itu bukan kerusuhan. Itu sebab dari tindakan yang di luar SOP dari pihak keamanan terhadap demonstran.

 

Waktu demo kemarin sempet nyoret-nyoret. Menurut lo aspirasi-nya tercapai nggak?

Gue nggak nyoret-nyoret, tapi gue bikin karya. Mungkin belum tercapai, mungkin perjuangan ini terus berlanjut sampai ini dibatalkan.

 


 

Melihat banyaknya vandalisme di sekitar gedung DPR, apa pendapat lo? 

Ya seperti yang bang Iwan Fals pernah katakan. Coretan di dinding adalah keresahan dari pembuatnya. Tapi jauh lebih meresahkan untuk yang membacanya.

Perasaan lo gimana liat kerusuhan yang terjadi terus menerus?

Perasan gue sedih melihat banyak tindakan kekerasan yang di lakukan terhadap demonstran. Zona steril untuk medik pun ga luput dari gas air mata. Jauh sedih lagi karena banyak orang yang memelintir berita untuk mengkambing hitamkan para demonstran.


 

Tidak hanya coret-coretan Bujangan Urban, kami juga menemukan beberapa coretan di sepanjang area demonstrasi.

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Make: Analog Fotografi bersama Fadli Aat di Jalan Surabaya

Di segmen kali ini menantang Aat untuk merekam gambar dengan roll film Salak, se...

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

DIVISI 62 berkolaborasi bersama RUCI Art Space dalam mempersembahkan sejumlah ka...

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Diskusi Bebas Problema Kota Detroit, Techno, Punk Dan Sedikit Trump Bersama fron...