fbpx

Cerita Subyektif tentang Techno Berlin

Sebelum runtuhnya tembok Berlin sampai Berghain

Berlin adalah ibukota music techno, walaupun awal genre itu bukan dari sana.  Bermula dari awal 1990an setelah tembok Berlin runtuh pada tahun 1989 silam. Orang-orang yang sebelumnya hidup terpisah menjadi satu secara tidak langsung terbentuk budaya persatuan yang di presentasikan lewat sub genre musik electronic yang belum pernah ada sebelumnya. Warga musik electronik bersatu bikin party dan rave yang mengumandangkan kebebasan dan hedonisme, enggak lama pergerakannya menyebar dimana-mana sampai titik dimana tidak bisa dibubarkan. Gedung-gedung terbengkalai berubah fungsi menjadi club-club sementara dan DJ-DJ statusnya melebihi artis ibukota. Perlahan-lahan reputasi kota Berlin berkembang dan mulai dilirik secara internasional sampai akhirnya dikenal sebagai ibukota techno.



Walaupun techno berasal dari Detroit  pada akhir 1980an, inspirasinya pun datang dari band-band Jerman lawas seperti Kraftwerk, Neu!, ataupun Faust yang sudah menciptakan suara futuristik dari dekade sebelumnya. Techno masuk ke Jerman Barat tepat pada waktu akhir tembok runtuh di tahun 1989 setelah pidato Presiden AS Ronald Reagan.

Setelah itu tidak ada lagi Berlin timur atau barat, sontak gedung-gedung instansi pemerintahan di sisi timur bubar dan kosong. Dari pabrik, lokasi pembangkit tenaga listrik, bunker, hanggar dan stasiun bawah tanah diambil alih anak-anak muda bikin rave tanpa izin. Merayakan pembebasan dari polemik politik, bermunculan skena bawah tanah seperti stasiun radio bekas pemerintah komunis yang dipakai untuk siaran memainkan techno. Anak-anak muda dari Berlin Timur lebih suka sound electronic yang keras tanpa vokal dan lebih nge-bass. Seakan musik techno mewakili suara reunifikasi dan idealisme rakyat Jerman.


Image result for ufo club berlin"


Sejak itu, kultur club kota itu mulai terbentuk oleh venue seperti Tresor, WMF,  Elektro, KitKatClub, Planet, Ostgut, Der Bunker dan E-Werk. Sebagai beperan besar dalam eksistensi musik techno. Tresor sebelumnya bernama UFO Club dan merupakan pesta illegal selama hampir tiga tahun lamanya, dibuka kembali tahun 2007 silam di Mitte. Sedangkan Der Bunker sudah tutup dan hari ini E-Werk digunakan lokasinya untuk berbagai acara, walaupun begitu skenanya tetap hidup bahkan sekarang anak-anak muda yang dulunya penyelenggara rave-rave illegal itu sekarang pemilik yang sukses di Berlin. Mereka mengerti bagaimana merubah aktivitas illegal menjadi sebuah kesempatan bisnis. Sangat paham bagaimana menyenangkan pecinta musik dari awal, mereka bangun skena club dimana semua orang bisa merasakan seperti di rumah dan menjadi diri sendiri. Tidak ada seksisme, tidak ada homofobia, tidak ada timur-barat, tidak ada rasisme. Skenanya seperti sosial utopia, one night at a time.

Sebuah kultur yang kuat terbentuk oleh massa, salah satu acara penting di Berlin yakni Love Parade sebuah inisiatif dari Dr. Motte, pertama kalinya saat Juli 1989 di Berlin Barat berawal dari 150 orang yang datang, 10 tahun kemudian pesta rakyat mencapai puncaknya, 1,5 juta orang turut merayakan kesenangan dan percintaan.


Image result for love parade"


Saat ini Berlin merupakan tujuan utama untuk club-club paling terkenal. Tidak ada satupun penikmat musik electronic yang tidak pernah dengar Berghain, club yang lebih terkenal dari sebelumnya Ostgut. Setiap club memiliki suasana yang berbeda, orang-orangnya dan label yang berbeda juga. Di Berghain misalnya lebih gelap, technonya lebih mentah dan industrial sedangkan yang ke Tresor lebih Detroit Techno. Club techno di Berlin tidak ada waktu tutup, biasanya sampai after hour makin ramai. Kalian bisa berpakaian bebas mungkin walaupun kalau mau ke Berghain, bouncer pilih-pilih banget siapa yang boleh masuk atau enggak. Berlin terkenal dengan door policy yang ketat dan tak tertulis.

Dari yang underground banget sampai menjadi destinasi turis, terlihat dari tiga juta wisatawan pergi club yang menghabisi estimasi lebih dari 1.4 miliar euro tahun 2018 silam, Berlin Clubcommission, sebuah grup yang berkepentingan dalam bisnis club dan dunia malam, mengeluarkan laporan keuangan industri club sampai 216 juta euro sendiri sedangkan secara keseluruhan dari akomodasi, makanan dan aktivitas lain akumulasinya meraih 1.48 miliar euro. Dibandingkan dengan tahun 2001, wisata kota Berlin naik 250%, di kota ini sendiri terdapat 500 venue musik, 67%-nya menyajikan musik electronic dan setiap akhir pekan ada sekitar 50.000 orang joget di club-club tersebut.

DJ tersohor banyak yang hijrah ke Berlin, bisa ditarik label rekaman sana atau memang mencari lifestyle yang lebih fokus. Meskipun bisnis perdugeman Berlin sangat tinggi, lokasi club terpapar di daerah residensi sehingga banyak tetangga yang terganggu dengan suara bass techno. Pemerintah setempat melakukan peremajaan gedung-gedung tua yang dipakai untuk club mulai dilirik industri properti, apakah ini tanda-tanda ambang kematian skena clubbing di Berlin?

Bagaimanapun juga sampai sekarang tidak ada club di dunia yang mampu menandingi apa yang terjadi di Berlin, untuk mengerti tentang sejarahnya kalian dianjurkan untuk merasakannya sendiri di dancefloor. Bagi kalian yang ingin pemanasan dulu sebelum berangkat ke Berlin, Jumat besok di Queenshead kedatangan Roman Flügel bersama Dekadenz dan Sun Mantra.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Cerita Rave Pinggiran Polandia di Era 90an

Melawan keresahan dengan techno sekenceng 140 bpm

Epizode Festival: Line Up Wave Pertama

Siapkan tenaga dan dana untuk 11 hari penuh menyambut tahun ...

majalah the face bangkit dari kubur

Apakah bisa sukses menggandeng generasi millenial?

Perlawanan Dalam Cahaya

Rangkuman sederhana skena bawah tanah Denpasar dan sekitarny...