fbpx

Desain masa depan demi dunia sadar lingkungan

Buang sampah pada tempatnya aja dulu

Bagaimana  desain bisa bantu untuk dunia yang lebih baik?

Kira-kira seperti itu tagline dari Future Design Week, sebuah acara di Desa Potato Head Bali. Selama seminggu acara ini diramaikan workshop, diskusi, pameran dan instalasi yang punya tujuan yang sama, untuk masa depan yang lebih baik.

Visi yang mau disampaikan kurang lebih mengumpulkan designer-designer yang memikirkan jauh ke depan, begitupun dengan brand atau studio yang pendekatannya innovative untuk masa depan yang lebih sadar lingkungan di kelanjutannya. Tantangannya adalah bagaimana ekonomi bisa jalan secara sirkular, sistem ekonomi yang bertujuan menimalkan limbah dan memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin, yang diharapkan dari pemain-pemain besar di industri adalah keterbukaan pikiran secara global untuk masa depan dunia.


 

Yang menarik perhatian Frekuensi Antara antara lain ada interior designer asal Belanda bernama Dirk Vander Kooij yang mengawinkan mesin dan transformasi dari sampah menjadi perabot rumah tangga seperti meja dan kursi. Dengan menggunakan teknologi 3D printing dan daur ulang plastic ia berhasil membangun 50 prototipe design.

Ada juga Kyle Parsons yang sudah lama menancapkan karyanya di Bali, kalau kalian pernah dengar sandal merk Indosole. Kyle mulainya sejak 2009 silam yang konsepnya mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang fungsional dan baru dengan produksi sandal yang terbuat dari ban bekas dalam skala besar, Semua produk Indosole dibuat pengrajin Indonesia yang menampilkan  pembuatan daur ulang dengan bahan-bahan alami yang bertujuan menyelamatkan satu juta ban bekas yang secara negative berdampak pada lingkungan.

Kalau brand yang menjadi fokus kami adalah Parley for the Oceans, yang merubah masalah jadi kesempatan. Parley melihat penggunakan plastik saat ini adalah kegagalan dalam desain, mereka percaya denganproses jangka panjang untuk menanggulangi polusi laut maka desain ulang barang-barang yang berbahaya ini bisa jadi solusi. Untuk mendorong Revolusi Material ini Parley membangun strategi yang bisa di implementasikan secara individu, bisnis dan pemerintah. Untuk itu Parley bikin yang bernama AIR (Avoid Intercept Redesign) yang mendaur ulang plastik-plastik yang tersebar di laut menjadi plastik baru, plastik yang masih “perawan” yang dinamakan Ocean Plastic, materi premium untuk olahraga, fashion dan barang-barang mewah terbuat dari serpihan-serpihan plastik di laut. Parley pernah kolaborasi bareng Adidas produksi dari sneakers sampai jersey tim bola seperti Real Madrid Juventus dan tim ice hockey Los Angeles Kings dan brand kelas atas Helmut Lang sampai papan surfing.

Untuk yang paling nyampe kami memilih skate ramp yang terbuat dari skate ramp-skate ramp bekas, ramp ini dibangun Steve Olson, skater professional legend & seniman, yang waktu tahun 1980-an dulu memperkenalkan skate ke skena punk rock. Steve juga suka bikin instalasi yang bisa dimainkan dengan papan kalian, patung yang masih berhubungan dengan dunia skate sampai mixed media yang sering ikutan di galeri-galeri ternama. Ia juga tak lain tak bukan ayah dari Alex Olson yang diajarin main juga sama bapaknya sampai jadi professional skater, pemilik clothing label Bianca Chandon dan nge-DJ pula yang akan menutup acara seminggu penuh ini esok hari bareng Virgil Abloh.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Kulik: Desa Potato Head Bali

Transformasi beach club menjadi desa.

In Bed With: Young Marco

Hubungan Young Marco dengan Indonesia.

Pesta Penyembahan Matahari ke-28

Upacara adat desa Potato Head.