fbpx

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Malam Jumat ngobrol bareng Joe Casey perihal masalah kota Detroit di Rossi Fatmawati, sebelum Protomartyr naik panggung.

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Udara malam itu cukup sejuk, jalanan masih kosong karena arus balik penduduk Jakarta belum banyak, yang tidak merayakan juga masih berlibur, keluarga-keluarga yang ditinggal mudik pembantu rumah tangga juga lebih memilih di rumah. Tetapi kami memutuskan untuk ke Rossi bawah (red: bukan Mondo) untuk menyaksikan band post punk asal Detroit, Protomartyr.

Waktu menunjukkan jam 9, band lokal Crayola Eyes dan The Porno ditunjuk sebagai band pembuka, selama menunggu, modar mandir, masuk keluar ke tempat gig yang cukup panas, akhirnya Joe Casey, si vokalis muncul, ngobrolah kita di parkiran belakang. Joe menaruh kacamata hitamnya sambil merokok sesekali meneggak sekaleng bir mengenakan kemeja hitam garis-garis, blazer dan topi New Era Detroit Tigers Anniversary Edition. Dari ngobrol seputar populasi kota Detroit, skena post punk Detroit sekarang, Detroit techno, Donald Trump dan hubungan Dennis Rodman dengan Kim Jong Un.

Tidak lama setelahnya Protomartyr naik pentas, atmosfer yang dirasakan seperti menyaksikan seorang menceritakan dongeng fiksi tentang kehidupan modern di Amerika Serikat lewat lagu-lagunya. Kaleng bir tanpa henti bergantian dinikmatinya dengan menghisap sebatang rokok.

Lagu-lagu pentingnya dari Devil In His Youth yang keren bgt, Wheel of Fortune, lagu terbaru mereka dari EP yang baru rilis 6 hari sebelum konser Jakarta. Lagu ‘pop’-nya “Don’t Go to Anacita” yang bikin crowd makin menggila! Diakhiri dengan “Half Sister” karena Joe membayangkan itu lagu yg menandakan berakhir nya sebuah perjalanan.

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Detroit Pistons, Techno, dan Trump Menurut Joe Casey dari Protomartyr

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Melihat Sisi Positif untuk Skena Jika Kembali ke Jaman Orba

Merasakan iklim politik yang semakin hari semakin dekat dengan 2019, kita harus ...

Apa dan Bagaimana Musik Elektronik Tumbuh di Kota Bandung?

Musik elektronik di Kota Bandung yang berkembang berkat akses media, koneksi Ban...

Kantor Teater x Chaos Non Musica x Swoofone di Tuck & Trap

Tidak hanya musik noise, tapi ada juga pertunjukan teater dan seni visual.

Katalis Kota: Sepenggal Sejarah Budaya Dance Music di Jakarta

Musik itu angin, partynya fokus, DJ itu udah kayak foto model dan mungkin Jakart...