fbpx

DJ BORING: Keliling Dunia dan Kangen Rumah

Dari crowd yang “boring” sampai teman lama yang sok asik.

Tristan a.k.a DJ Boring untuk pertama kalinya tampil di Jakarta pada hari Sabtu, 26 Januari kemarin dalam gelaran Perky Club. Lekat dengan citra lo-fi House yang tidak ambisius, DJ Boring memutarbalikkan persepsi crowd yang datang malam itu. Seleksi lagu-lagu dengan BPM tinggi digeber habis selama hampir 4 jam penampilannya.

Tapi sebelum semua nya kejadian, Frekuensi Antara duduk bareng DJ boring untuk ngobrol-ngobrol sebentar.



Menurut lo crowd yang “boring” tuh kayak gimana sih?
Sebenarnya gue jarang sih liat crowd yang “boring”. Kebanyakan yang dateng ke gigs gue enerjik dan seru-seru. Tapi yang menurut gue membosankan tuh orang-orang yang dateng ke party dengan gaya eksentrik tapi cuma diam aja dan enggak joget.

Dari Melbourne, lo pindah ke London, dan sekarang di Berlin. Sudah berapa lama sih lo di Berlin?
Umm sekitar 8 bulan lah. Tapi gue sekarang udah balik lagi kok ke London.

Sempet kepikiran enggak untuk coba tinggal di kota atau negara lain? Di mana tuh kira-kira?
Ada sih beberapa, karena gue sama pacar gue emang suka untuk pergi dan ngerasain tinggal di lingkungan yang baru. Untuk di Eropa sendiri gue penasaran banget sama Amsterdam. Skena musik di sana keren banget, makanan nya juga enak-enak, dan yang juga penting di Amsterdam itu banyak record store yang bagus. Tapi sebagus-bagus nya kota lain di dunia, gue juga pengen banget bisa tinggal lagi di Melbourne. Asli, gue kangen balik ke rumah (tertawa).

Emang udah berapa lama sih total nya lo cabut dari Melbourne? Dan apa yang paling bikin lo kangen sama Melbourne?
Mungkin udah lebih dari 3,5 tahun. Dan yang bikin gue kangen pastinya keluarga gue, orang-orang yang gue kenal semua di sana. Udah lama banget enggak habisin waktu berkualitas sama mereka.

Kalau sama crowd di Melbourne? Kangen enggak?
Enggak sih. Enggak ada yang bener-bener gue kangenin dari crowd di sana. Mereka semua menyenangkan, tapi bakal selalu seperti itu. Bahkan ketika gue balik main di Melbourne, rasanya masih mereka-mereka juga crowd nya.

Menurut lo seberapa berpengaruh sih perbedaan budaya dalam ngebentuk club culture di suatu kota?
Berpengaruh banget. Agak susah sih digambarinnya, tapi emang setiap gue lagi tur dan main di satu Negara, pasti terasa banget budaya di sana berbeda sama Negara sebelumnya. Kayak pas gue lagi main di Polandia dan Rusia, dua negara itu masih terasa agak mirip. Suasananya, cara mereka berpakaian, dan bahkan cara mereka nikmatin musik. Tapi langsung berbeda banget ketika main di London. Dan gue seneng banget bisa nikmatin vibes yang berbeda-beda itu.

Yang paling gila di mana crowd nya?
Rusia. Apa lagi pas gue main di satu rooftop di Saint Petersburg. Tiba-tiba hujan turun, dan crowd bukan nya bubar malah makin menggila. Selain itu pastinya Berlin ya. Ga perlu alasan lagi kan? Mereka yang bikin musik Techno, pasti gila lah.

Ada cerita yang selalu lo inget enggak setelah lagu ‘Winona’ jadi fenomena di internet?
Paling memorable sih pas gue balik ke Aussie untuk homecoming gig gue di awal tahun 2017, beberapa bulan setelah Winona di rilis. Saat itu gue ngerasa sangat berbeda. Kalau sebelumnya bertahun-tahun gue main di Melbourne hanya untuk warm up di berbagai party dan hanya ditonton 5 sampai 10 orang, tapi kali itu gue main di depan crowd yang jumlahnya sangat banyak.

Bahkan ada orang-orang yang datengin gue dan bilang “Wah, udah lama banget kita enggak ketemu. Lo inget gue kan? Teman sekolah lo dulu.” Padahal rasanya pas dulu di sekolah mereka enggak bakal mau nyapa gue deh (tertawa). Ya lucu aja sih, ternyata musik bisa merubah persepsi orang.

Lo romantis juga ya, keliling buat tur Asia sama pacar. Apa sih bagian paling seru dari ngejalanin semua ini berduaan?
Sebenarnya kalau gue enggak jadi DJ ataupun sedang dalam tur, gue akan tetap ngelakuin ini, jalan-jalan sama dia (menunjuk pacarnya) keliling dunia.  Tapi berhubung gue punya kesempatan untuk tampil di banyak negara, jalan-jalan gue anggap sebagai bonusnya. Dan bisa jalanin ini sama pacar gue tuh rasanya luar biasa banget.


 

 

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

In Bed With: Simple Symmetry

Gangguin istirahat siang Simple Symmetry.

LANTUR | Adhi KZ

Toyota Corolla, Jujuk Margono, dan cerita ketangkep polisi.

Memperkenalkan Techno Nap

Karena bukan disco nap

Jonathan Pardede: Proses Demi Proses

Keseriusan dan pandangannya akan ketidaksempurnaan.