fbpx

Aksi 225 dalam foto analog

Demo boleh, rusuh jangan!

Kericuhan 21 dan 22 Mei diawali dengan ditetapkannya Presiden Joko Widodo sebagai Presiden RI 2019 – 2024. Ribuan masyarakat pendukung pesaing yang merasakan adanya kecurangan dalam pemilihan presiden tahun ini pun lantas turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Lebih dari 200 orang terluka karena bentrokan antar massa yang merusuh melawan pihak tim gabungan TNI-Polri.

Kericuhan ini di sosial media dianggap memiliki kesamaan dengan kejadian Mei 1998, sebuah tragedi kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang membuat para demonstran turun ke jalan secara paksa mengharuskan Presiden RI kedua Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto turun dari kekuasaan. 

Melihat kemiripan kedua insiden yang berselang 21 tahun tersebut, Ilyas turun ke jalan untuk mengabadikan beberapa momen. Menggunakan kamera tua yang kemungkinan digunakan pada tahun 1998, berikut hasil cetak dari kamera pocket Olympus L-T1 yang menggunakan film Fuji Natura 1600.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memadai Pendengar Psytrance di Jakarta dengan Natura

Lantunan suara bass dan kick konstan berdegup cepat seperti gemuruh suara kaki k...

Aktivitas Foto Prewedding Mengganggu Wisatawan di Bali

Apapun tujuannya, pemotretan prewedding bukanlah suatu hal yang tercela.

Dominate Jakarta dan Akar Akar Musikalnya

Berbicara dengan Dominate mengenai roots mereka di musik.