fbpx

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

DIVISI 62 berkolaborasi bersama RUCI Art Space dalam mempersembahkan sejumlah karya multi-medium yang terlihat asing tapi tetap berakar di kultur Indonesia. Pameran Paripurna di RUCI Art Space berlangsung hingga 10 Juni 2018. Minggu ini merupakan kesempatan terakhir kalian untuk kesana

Dalam rangka persembahan pameran ‘Paripurna’, RUCI Art Space berkolaborasi dalam pembuatan artist talk dengan DIVISI 62, kolektif asal Jakarta yang memiliki background multi medium yang luas. Sebagai otak atas pembuatan pameran ini, Paripurna bersifat cermin besar yang membuat pengunjungnya mempertanyakan ‘apa atau siapa kah orang Indonesia?’, dalam tujuan sebagai bibit dialektik yang ambigu.

Perkumpulan seniman muda ini lebih dikenal oleh banyak orang dalam ranah bermusik dengan projectnya Uwalmassa, yang telah menjajal beberapa panggung terhormat seperti Goethe Institute Jakarta ataupun Panorama Bar, Berlin. DIVISI 62 mengajak segala pengunjung Paripurna bertanya,“Apakah identitas Indonesia sebenarnya?”

Pameran yang berlangsung dari 11 May hingga 10 Juni, menawarkan sebuah dialektik terhadap persepsi identitas Indonesia dalam pandangan yang bernarasi besar, menyikapi seperti apakah identitas Indonesia tanpa pengaruh pengamatan budaya dalam konteks ideologi yang kebarat-baratan.

“Ketika kita mencari soal Indonesia ini, kita jangan menjadi Indonesia-nese,”jelas Gesyada Siregar, curator Paripurna. “Kita harus jadi orang Indonesia.”

Rupa fisik dari karya-karya yang terpajang dalam pameran Paripurna sengaja mendundang rasa pemahaman rupa yang samar. Untuk Gesya, implementasi perspektif ini sebagaimanapun ambigu, sangat merepresentasikan sebuah elemen praktik budaya berkarya yang sangatlah merumpun di seluruh pelosok Indonesia.

Praktik hybrid atau proses penggabungan dua elemen budaya yang asing dengan tujuan penyampaian pesan efektif menghadapi perubahaan jaman. Bisa juga dilihat sebagai salah satu contoh bagaimana budaya telah berevolusi dan berkembang. Seperti cerita Sunan Kalijaga, dan bagaimana pewartaan ajaran kepercayaan Muslim melalui seni media wayang. Tentu walau fenomenal, adapun pasti yang menggangap segala bentuk perubahan itu sesuatu yang berhala.

Dalam pengamatan Gesya, seni media Indonesia tentu berbeda dengan kultur-kultur lain; tidak bisa bercita-cita seperti Jepang yang berorientasi high-technology ataupun proper dalam design. Karena yang mengakar adalah budaya ‘ngoprek’. Perpaduan dua hal yang memiliki bentuk dan fungsi dasar yang berbeda, tetapi sebagaimana caranya dalam dibuat menjadi sesuatu yang baru dalam fungsi dan estetika.

“Pada dasarnya praktik ngoprek,” jelas Gesya. “Atau praktik penggabungan dua bentuk budaya asing ini juga dilakukan oleh DIVISI 62 ini.”

Karya-karya yang berada di Paripurna merupakan hybrid dari berbagai elemen visual Indonesia yang kontradiktif. Tradisional dan kontemporer, jaman doeloe dan skrg. Tetapi pergerakan perpetual diantara garis pemisah yang tegang bagai pendulum ini merupakan pijakan artisik yang diambil oleh DIVISI 62. Campuran elemen dari footage orde baru, barong, musik hingga fotografi dokumentasi modern merupakan visualisasi dari perspektif hybrid ini.

“Percampuran budaya ini yang membuat Indonesia ambigu, gara-gara pada awalnya Indonesia enggak pernah ada,” jelas Harsya Wahono, anggota DIVISI 62. “Pameran kita yang sekarang memang berangkat dari ambiguitas itu.”

Berupayakan melihat garis besar identitas mereka sebagai orang Indonesia diluar narasi sejarah textbook yang seringnya kita konsumsi di bangku sekolah. Sejumlah besar anggota DIVISI 62 berpendidikan diluar lingkup budaya rumpun mereka sendiri sehingga pertanyaan, ‘darimana dan bagaimana saya bisa dibilang orang Indonesia?’ Merupakan dasar yang kuat untuk pembedahan dan pembentukan gambaran identitas ‘Indonesia’ ini.

“Pameran kita yang sekarang memang berangkat dari ambiguitas itu,” lanjut Harsya.

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

Kalau Kalian Belum Ke Pameran PARIPURNA di RUCI Art Space Mending Sekarang

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Cerita Dibalik Sistem Profit Sharing di Jakarta

Sekarang, dari segi klab sampai ke kafe dan restoran, budaya profit sharing seri...

Make: Analog Fotografi bersama Fadli Aat di Jalan Surabaya

Di segmen kali ini menantang Aat untuk merekam gambar dengan roll film Salak, se...

Kantor Teater x Chaos Non Musica x Swoofone di Tuck & Trap

Tidak hanya musik noise, tapi ada juga pertunjukan teater dan seni visual.

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...