fbpx

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Selama enam dekade lamanya, Myanmar telah dipimpin pemerintahan diktator militer yang menutup diri dari dunia luar. Di bawah naungan pemerintahan yang menolak pengaruh budaya barat, studio foto menjadi salah satu titik perlawanan.

Lukas Birk, seorang fotografer asal Austria meluncurkan Myanmar Photo Archive sebagai upaya pengarsipan materi fisik fotografi atas dasar dokumentasi budaya dan sejarah. Seperti mayoritas negara Asia Tenggara lainnya, negara yang dulu dikenal sebagai Burma mengalami krisis politik pada abad ke 20. Pada era itu fotografi terutama dalam bentuk studio portrait, merupakan salah satu bentuk expresi individualitas yang terselubung dari pengawasan pemerintah.

Setelah tahun 1962, saat pemerintahan nasionalis dikuasai melalui junta militer hingga 2011. Selama periode ini kekurangan pangan, pemerintah korup dan kebijakan isolasionis memaksa penduduk Myanmar untuk menolak budaya barat yang sedang merambah pada era awal globalisasi.

Foto-foto yang terkumpul oleh Myanmar Photo Archive, memperlihatkan sisi rahasia dari gaya hidup dan akses informasi masyarakat disana pada era tertutup ini. Melalui kumpulan klise negatif milik fotografer studio seperti Har Si Yone dan U Sann Aung. memperlihatkan bahwa ada selipan-selipan budaya barat memang tembus ke rakyat Burma.

Studio foto seakan-akan jadi seperti tempat pelarian anak muda di zaman itu untuk mereka bisa bergaya. Myanmar Photo Archive yang mengarsipkan hasil karya fotografer Burma sejumlah 10.000 foto dari kurun waktu, tahun 1890 sampai dengan 1995.

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Melihat Sejarah Myanmar Melalui Foto Lawas

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.