fbpx

Mengenal Karya-Karya Film Dogme 95 yang Natural dan Tanpa Rekayasa

Lebih dari sekedar genre, tapi sebuah gerakan perlawanan.

Jika film-film dunia (di luar produksi Hollywood) sering membuat kalian jatuh cinta karena kesederhanaannya, mungkin mencari tahu soal Dogme 95 bisa membawamu ke petualangan baru.

Digagas oleh para sineas asal Denmark seperti Lars Von Trier, Thomas Vinterberg, dan Kristian Levring, Dogme 95 bukanlah sebuah genre. Ia pertama kali diumumkan pada tahun 1995 di Paris pada Le cinéma vers son deuxième siècle conference sebagai manifesto untuk melawan pakem-pakem produksi film Hollywood yang borjuis.

Dogme 95 adalah gerakan yang menekankan kesetaraan dan kolektifitas dalam proses produksi sebuah film. Mereka menghapus sosok auteur, dan percaya bahwa sutradara dan aktor harus bekerja sama dengan setara.

Lalu apa yang berbeda dengan teknis produksi karya-karya beraliran Dogme 95? Mengingat para penggarapnya percaya bahwa anggaran tidak mempengaruhi kualitas sebuah fim, tidak digunakannya efek kamera adalah salah satu ciri khas dari Dogma 95. Tapi bukan hanya itu, gerakan ini juga lahir bersama Vows of Chastity, 10 poin yang menjadi pakem produksi karya Dogme 95.

  1. Shooting harus dilakukan di lokasi. Properti dan set tidak boleh disiapkan (jika alat peraga tertentu diperlukan untuk cerita, lokasi harus dipilih di mana memang terdapat property tersebut).
  2. Suara tidak boleh dihasilkan terpisah dari gambar atau sebaliknya. (Musik tidak boleh digunakan kecuali itu terjadi ketika adegan sedang diambil.)
  3. Kamera harus dipegang dengan tangan. Setiap gerakan atau imobilitas yang dapat dicapai dengan tangan diizinkan.
  4. Film harus berwarna namun tanpa pencayahaan tambahan. (Jika ada terlalu sedikit cahaya untuk eksposur, adegan harus dipotong atau satu lampu dipasang ke kamera).
  5. Tidak menggunakan filter kamera.
  6. Film tidak boleh mengandung aksi yang dangkal. (Pembunuhan, senjata, dll)
  7. Keterasingan duniawi dan geografis dilarang. (Artinya film itu berlangsung di tempat itu dan tentang waktu itu).
  8. Film genre tidak dapat diterima.
  9. Format film harus Academy 35 mm.
  10. Sutradara tidak boleh dikreditkan.

Intinya hasil dari film yang dibuat dengan prinsip Dogme 95 sangatlah natural dan tanpa rekayasa. Film bertitel The Idiots yang ditayangkan di festival film Cannes 1998 adalah saah satu karya yang paling tenar. Tapi untuk mencari tahu lebih lanjut, coba simak juga beberapa film di bawah ini.

 

The Celebration (1998)


Open Hearts (2002)


In Your Hands (2004)

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Mengupas Sub-genre Film ‘Mumblecore’

Wajib disimak sama penggemar karya-karya bergaya lo-fi.

Norwegian Disco: Berkenalan dan merayakan

Buat yang sudah tahu dan mau lebih tahu.

Danny Boyle Garap Film Tentang Kisah Creations Records

Kira-kira siapakah yang akan memerankan Liam & Noel Gallaghe...

Filmtypes: Database Film 35mm

Bikin eksplorasi jadi makin seru.