fbpx

Mengurai Kritik Musik Hiphop dalam Flip Da Skripz

Pencatatan Ucok Homicide tentang album hip hop selama satu dekade terakhir

Herry Sutresna, atau biasa disapa Ucok Homicide, menerbitkan buku kedua, Flip Da Skripz, pada awal September lalu. Setelah dua tahun lalu menulis buku esai musik Setelah Boombox Menyalak, yang dengan cepat ludes di pasaran dan dicetak berulang kali, kini buku kedua Ucok kembali diterbitkan Elevation Books dan menampilkan kumpulan tulisannya selama satu dekade terakhir. Flip Da Skripz seperti menjadi “kitab” bagi penggemar hip hop, karena berisikan kumpulan resensi album-album hip hop selama satu dekade terakhir.

Setiap tahun, Ucok sangat rajin menulis satu demi satu kumpulan album hip hop yang menurutnya terbaik. Awalnya, kumpulan resensi tersebut akan dibuat dalam format zine. Ucok sendiri masih aktif menulis dan menerbitkan zine khusus musik hip hop bernama Uprock83. Tapi, karena ada tawaran dari Elevation Books akhirnya kumpulan resensi tersebut dibukukan.

Acara bedah buku ini sendiri menghadirkan perwakilan penerbit yaitu Taufiq Rahman, dan pembedah, antara lain Ardyan M Erlangga (Vice Magazine), Doyz (musisi hip hop), dan Ucok sendiri sebagai penulis. Selain membedah buku yang ditulis lewat kacamata personal ini, acara tersebut juga mengurai persoalan gap generasi hingga pentingnya kritik musik hip hop yang notabene tidak ada di Indonesia.

Secara garis besar, Flip Da Skripz memang seperti memberikan referensi apik tentang album-album esensial hip hop versi Ucok. Pembaca akan serasa dibawa tentang bagaimana selera dan pengalaman subjektif seorang Ucok mengenal musik hip hop terbentuk. Dalam bedah buku yang bertempat di Keep Keep Musik, 22 September 2018 lalu, musisi hip hop Doyz menegaskan bahwa buku ini seperti memberikan referensi apik musik hip hop dari kacamata Ucok—tentu orang bisa sependapat atau tidak dengan kumpulan album terbaik ini, mengingat referensi dan selera setiap orang berbeda.

Sementara Ardyan menegaskan kalau gaya menulis Ucok yang cenderung “consumer’s guide” dapat menjadi panduan untuk mengenal musik-musik hip hop yang disukai Ucok. Pada diskusi tersebut, dibahas kenapa semua album yang ditulis Ucok kebanyakan adalah album-album hip hop dari barat. Tidak ada satu pun album hip hop lokal yang ditulis Ucok.

“Karena menjaga biar tidak bias saja. Saya adalah musisi hip hop. Terus, banyak lingkungan saya juga musisi hip hop, dan saya juga punya label rekaman (Grimloc Records). Nantinya kalau saya jelek-jelekkin satu album lokal, ada pretensi kalau saya hanya bagus-bagusin komunitas dan teman-teman saya saja. Jadi, untuk menjaga netralitas dan independensi, saya hanya menulis album-album hip hop dari luar,” ujar Ucok.

Menurut Ucok, selama ini jurnalisme musik hip hop begitu payah. Boleh dikatakan, sama sekali tidak ada media musik yang menengok perkembangan musik hip hop lokal. Padahal dalam beberapa tahun terakhir, dalam kacamata Ucok, musik hip hop lokal jauh tumbuh berkembang. Dibuktikan dengan maraknya musisi hip hop lokal dari Aceh, Maluku, hingga Jayapura.

“Justru yang mendesak sekarang ini adalah kritik musik hip hop itu sendiri. Ada media hip hop, tapi menulis hanya berupa news informatif. Yang dibutuhkan justru media kritik musik itu sendiri,” terang Ucok.

Diskusi tersebut juga membahas terjadinya gap generasi di kalangan pecinta musik hip hop. Beberapa pecinta hip hop justru tidak mengenal atau mengetahui akar sejarah musik itu sendiri. Musik hip hop yang sekarang ini jadi tren akhirnya dimanfaatkan kalangan anak muda hanya sebagai sensasi belaka atau menjadi poser semata. Dan, tidak bisa dipungkiri, hal ini terjadi akibat tidak adanya media yang mampu menampilkan kritik musik hip hop secara benar dan mampu menyampaikan konteks-konteks penting di dalamnya—termasuk sejarah hip hop; album esensial; atau istilah-istilah teknis dalam musik hip hop, seperti beat dan sampling.

Tentu saja, lewat Flip Da Skripz, kita akan dibawa mengenal bagaimana hip hop lahir di Amerika sana—berawal dari kerusuhan sosial, hingga lahirnya kompilasi album yang penting di ranah musik hip hop. Flip Da Skripz menjadi satu-satunya buku kritik musik hip hop yang ditulis oleh penulis lokal dengan sangat komplet dan menjadi “kitab” penting bagi penyuka musik hip hop.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

One Hour Set Vol. 6 : The Upstairs, dari Matraman Hingga Kota Kembang

Penonton tampak begitu lepas, berdansa dan bernyanyi bersama...

Pilihan Tembang Protes Paling Melantai

Kurang seru demo tanpa lagu

Resonan Mix: Barakatak Di Pesta Halloween

Tampil di kota kembang, Barakatak menampilkan set yang berbe...

LANTUR: Dendy Darman

Melahirkan sendal super laris hingga kompilasi band indie.