fbpx

Panduan Singkat Mendukung Skena

Bukti nyata kalau kalian mendukung

Label rekaman independen asal Leeds, Specialist Subject Records baru-baru ini meriilis digital mini zine yang dapat diunduh dan diperbanyak secara gratis. Judul dan tema nya sederhana ‘A Guide to Supporting Bands in the Streaming Age’.  

Mengapa dibuat panduan? Mungkin karena enggak bisa dipungkiri bahwa hari ini, yang disebut “streaming age”, perubahan terjadi begitu cepat. Teknologi baru hadir setiap waktu -canggih dan semakin canggih. Yang berarti ada lebih banyak cara untuk mendukung musisi, karya nya , dan bahkan skena musik. Baik lewat portal-portal berbasis teknologi ataupun secara offline/langsung.

Nah, terinspirasi dari apa yang dilakukan Specialist Subject Records, Frekuensi Antara mau ikut-ikutan bikin panduan untuk mendukung skena musik. Tapi di luar perihal RUU ya (kalau soal itu baca disini).

Jangan berharap Gratisan
Yang nama nya gratisan emang enak. Karena bisa senang-senang meski jatah di dompet tetep utuh. Tapi beneran deh, mental kayak gini harus dikurang-kurangin. Karena dengan membeli tiket masuk, berarti kalian menghargai kerja keras mereka yang susah payah bikin acara.

“Bagi gratisan dong bro” rayuan yang paling sering keluar kalau ada temen yang bikin acara. Tapi coba bayangin kalau semua orang mikir nya kayak gitu? kapok buat bikin acara deh pasti temen kalian.

Bantu promo di medsos
Sebenarnya enggak ada yang lebih ampuh dari promosi mulut ke mulut. Tapi hari ini, media sosial adalah mulut kalian. Jadi dari pada hanya digunakan untuk stalking akun orang-orang yang enggak bakal kalian dapet, mending buat promo acara atau band temen kalian deh. Itung-itung nambah pahala.

Jadikan lagu tidur
Kalau punya karya lagu, wajib hukum nya buat masukin lagu ke portal streaming musik. Meski hanya sepeser demi sepeser yang dihasilkan ketika lagu diputar, tapi percayalah dengan semboyan “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.”

Ada karya teman di portal streaming? putar lagu nya on repeat, mute, lalu tinggal tidur. Lakukan setiap hari dan ajak teman-teman yang lain! niscaya ada hasilnya, sobat ku.

Beli rilisan fisik. Kalau perlu jadi kolektor.
Terkadang, keputusan musisi independen untuk mengizinkan karya-karya nya buat diunduh secara gratis justru karena rasa pesimis sama kebiasaan pendengar buat mengonsumsi musik. Dimana penikmat yang punya duit masih juga susah buat ngeluarin sedikit untuk membeli dan ngedukung para musisi.

Hal ini bahkan makin parah dalam konteks ngeluarin rilisan fisik. Takut-takut enggak kebeli, mending digital aja deh, free download aja deh. Padahal dengan ngebeli rilisan fisik kita bakal lebih menikmati dan ngehargain karya-karya tersebut. Belum lagi dengan tambahan artwork yang merepresentasikan koneten di dalamnya.

Intinya, kalau suka sama karyanya coba untuk beli rilisan fisik nya. Kebiasaan ini mungkin bisa bikin kalian jadi kolektor yang makin lama bakal makin sayang dengan koleksinya. Yaa siapa tau rilisan nya jadi langka, bisa dijual lagi dengan harga lebih tinggi kalau kalian lagi seret.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Daymoves: Coffee Shop, James Murphy, McIntosh

Menurut James Murphy lebih cocok pake kopi daripada alkohol.

The Meister: Foad Mach

"Masa bodo dengan stigma kuno itu!"

Cerita Subyektif tentang Techno Berlin

Sebelum runtuhnya tembok Berlin sampai Berghain

Playlist Soundtrack Halloween

Putar sendiri di rumah untuk nuansa lebih mencekam.