fbpx

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkemahan di Danau Tamblingan – Bedugul pada bulan May 2018. 

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkemahan di Danau Tamblingan – Bedugul pada bulan May 2018. Menyikapi serunya antusias positif dari eksekusi sederhana acara pertamanya di Pantai Bias Putih tahun lalu.

Tiga hari, dua malam ini adalah realisasi dari wacana keluarga Banjar Campout untuk sekitar. Tema yang diambil tahun ini: ‘pergi ke hutan’. Keriaan alternatif untuk menikmati musik dan kultur. Bersama kerabat dan keluarga sepaham sebagai liburan dari tempat yang disebut surga liburan; tempat dimana keruwetan acara dan frekuensi pesta yang terlalu sering berulang menjadi komoditi yang miskin makna. Akumulasi kerinduan akan kejutan dan tentu saja kembali mengingatkan dan terkagum akan indahnya Alam Bali.

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

“Ini bukan festival”, jelas Mistral selaku founding Mother Acara. “Ini silaturahmi,
tidak ada nama besar selain kolektif sekitar dan teman, jadwal seenaknya dan semua praktek dilakukan dengan DIY.”

Ritual kekeluargaan ini menyikapi tingginya populasi DJ dan lalu lintas pesta—yang ironisnya karena pariwisata berbanding terbalik dengan kesempatan selector lokal unjuk gigi. Juga sekedar berbagi waktu sesama, untuk para warga musisi elektronika demi mendapatkan ruang.

Kangin dan Kauh disemat jadi nama dua panggung yang ada: Kauh—yang dalam bahasa Bali nya berarti Utara—dipinang sebagai pusat pesta. Dimana dome Swadaya karya Mistral diatraksikan oleh visual art karya dari Johny Grim, Rontas, Pavana Collective, Kanoko Takaya dan Ican Harem untuk memandu set-set segar dan berbahaya dari performer yang berpartisipasi. Mewakilkan sejumlah kolektif Pulau Bali di antara lain: Trigan & Kusasi (PNNY), Nvumbah & Doctor Yes (Tantra), Alvin K, Tandun, Spencer (Subspace), Archie (Scrubs), Ones (Casual Dance) Zuyack & Ibu Disco (Rumah 23), dan Mistral & Kasimyn (Adultery). Juga tak lupa Solstice, Bian, Rizkycore, Awfi, Microbot, MSY dan debutan segar dari Denpasar: Prakara. Dengan semua pilihan musik unik, Banjar Campout tidak membatasi seleksi apalagi genre. Tempo bergerak bebas dari Antara anggukan hip-hop hingga kemeriahan disco, Dilanjutkan gempuran house, electro dan techno yang bergerak organik sampai subuh lima pagi. Hardcore berkumandang, mempersilahkan jungle dan d’n’b mengambil alih, menuju ‘liquid funk sunrise’ ala Mistral & Bian. Ditutup oleh ‘obscure japan’ oleh Zuyack dan Ibu Disco Harumi pada jam sepuluh, menandakan istirahat di hari pertama.

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Kangin dinobatkan sebagai ajang live & experimental, mengundang sang legenda Xufux aka Electrofuxx untuk naik gunung. Los Brengos dengan psychedelic electro nya. Jagajaga, Primithieves, dan Glibly Ninja dengan techno. Diwagraya & Sing Liyane dengan taburan ambient di antara explorasi Uncle Twist dari Surabaya.

Berlanjutnya performance dari masing masing kolektif, palet suara yang berkumandang melebar.Dromme,kelompok musik mutakhir kesayangan Denpasar mengiring malam dengan vokal unik sang biduannya Rika. Dipadu visual ke barisan pohon raksasa sekitar membuat suhu 15° di Bedugul terasa hangat. Lalu ada Gumatat Gumitit Gospel, side project dari vocalist Rollfast ini melanjutkan argumen bunyi lain, skenario synth bertekstur dan eksplorasi gitar yang sarat bunyi memberikan ruang lebar untuk dilanjutkan oleh Marlhill, sang talenta kuda hitam dari Gianyar. Bermain dengan bebunyian botol kaca dari sekitar, Marlhill menggesek gitar dan teriakan growl penuh ruang menasbihkan mereka layak jadi kelompok muda yang harus diantisipasi dari Pulau Dewata.

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Keriaan dua matahari terbit ini tak melulu dari ranah pesta dan elektronika, workshop pengolahan sampah tergelar. Workshop Daur Ulang dari SIMALUkhalayak untuk lebih mengerti tentang sekitar yang bukan saja soal pedulitapi juga Aksi.

Kelanjutan workshop berikutnya mengenai bunyi. Workshop langka dari Insitu Recording tentang bagaimana merekam Gamelan, dibantu dan diperagakan oleh talenta muda Siswa SMKI & Ceraken, namun sayang cuaca yang tak bersahabat membuat perhelatan agak tertunda. Namun akhirnya berhasil dilanjutkan dengan sebuah kejutan besar dari Pagelaran Solo asal punggawa Gamelan Bali I Made Subandi.

Experimental pentatonik ini adalah highlight dari hari kedua, semua pengunjung diajak mengitari Gamelan lingkaran milik sang Maestro. Partisipan berharmoni bersama beliau sembari bercanda dan mengajar tentang nada yang kemudian dihajar dengan tujuh menit improvisasi gamelan kontemporer yang brutal nan indah, megah; ditengah hutan, dipinggir danau, dilingkaran keluarga dengan semua senyuman lebar antara puas dan bingung. Audiens di akhir, antara takjub dan bertanya,”apa yang baru saya saksikan?”

Ya, Banjar Campout sesuai nama tidak akan menghianati kata. Alam, budaya, dan kultur muda adalah inti dari acara ini. Mencoba menjadi alternatif lain yang penuh keseimbangan, mencoba menjadi pengalaman tamasya karya yang tak mudah dilupakan.

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

1 Comment

You must be logged in to leave a comment.

  • meity 10 months

    It was an interesting experience and we had lots of fun. Will definitely come again for the next one!!!

Related News

KOLEKSI: Lagu Indonesia Langka dalam Koleksi Merdi Diskoria, Indo Cosmic hingga Guruh Anti Narkoba.

Untuk seorang kolektor vinyl seperti Merdi Simanjuntak, berbagai ragam bentuk pe...

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Apa dan Bagaimana Musik Elektronik Tumbuh di Kota Bandung?

Musik elektronik di Kota Bandung yang berkembang berkat akses media, koneksi Ban...

Kru Graffiti BTV di Podcast Terbaru GOODNWS

Dalam edisi terbaru podcast #SAYGOODNWS, Goodnws mengundang beberapa anggota kru...