fbpx

Pilihan Film di Hari Buruh

Perayaan tanpa turun ke jalan.

Berbahagialah kalian para pekerja karena besok tanggal 1 Mei, artinya kalian libur! Setiap tanggal 1 Mei para pekerja dibebastugaskan dari pekerjaan mereka, hal ini sebagai perayaan atas keberhasilan ekonomi dan sosial mereka. Ya walaupun belum semua hak-hak pekerja dipenuhi oleh korporat.

Masih banyak kita dengar cerita-cerita sedih para pekerja seperti telat dibayarnya upah bulanan dan upah di bawah standar yang sudah ditentukan negara. Padahal para pekerja sudah bekerja siang-malam melakukan kewajiban demi memenuhi target perusahaan.

Banyak hal yang dilakukan pekerja untuk merayakan hari buruh; ada yang demo di depan gedung pemerintahan menuntut hak-hak mereka, ada yang melakukan long march di jalan protokol kota, atau hanya menikmati tanggal merah itu dengan bersantai melupakan rutinitas pekerjaan.

Untuk kalian yang memilih pilihan ketiga, nonton film bisa jadi kegiatan relaksasi yang seru. Tapi film apa ya? Maka dari itu Frekuensi Antara mencoba memberikan beberapa judul film yang berhubungan dengan dunia kerja untuk kalian tonton di hari buruh tahun ini.


 

Modern Times (1936)
Umur film ini memang sudah 75 tahun tetapi pesan yang disampaikan masih menggambarkan keadaan dunia kerja saat ini.

 

Office Space (1999)
89 menit komedi kaya katarsis untuk siapa saja yang pernah berharap mereka bisa memberi tahu atasan atau rekan kerja mereka atas apa yang mereka pikirkan tentang mereka.

 

Downloaded (2013)
Sebuah dokumentasi tentang maraknya aktifitas berbagi file di internet. Pemirsa mempelajari bagaimana perusahaan Napster berkembang, tentang dampaknya terhadap industri musik, dan bagaimana akhirnya diakuisisi oleh Rhapsody. Yang paling penting, penonton dapat mendengar narasi dari berbagai perspektif  pendiri Napster serta seniman musik dan pakar hukum.

 

Gucci Presents: The Director (2013)
Diproduksi oleh perusahaan James Franco, Rabbit Bandini. Dimana sang Sutradara pergi ke belakang layar rumah mode terkenal di dunia, Gucci. Penonton dapat melihat bagaimana koleksi beralih dari konsep hingga ke lemari para pembeli. Film ini juga mengajarkan tentang membangun merek yang terhormat.

 

Meraty Modeer A’aam (1966)
Film komedi yang membahas hak-hak perempuan di tempat kerja dan seksisme didalamnya. Film ini menunjukkan bagaimana wanita bisa menjadi pemimpin hebat dalam karir mereka dan masih menyeimbangkannya dengan kehidupan mereka sebagai seorang istri.

 

Up In The Air (2009)
Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis. Kita cenderung mengaitkan tujuan kita dengan profesi, serta hidup yang sangat dekat dengan batas kemampuan yang kita miliki. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Jason Reitman berjudul Walter Kirn tentang perampingan perusahaan.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Biopik Musisi Elektronik

Musisi elektronik yang bakal seru dibikin film biopik nya.

Film-Film SXSW 2020 Tetap Bisa Ditonton

Banyak yang bikin penasaran.

Band-Band Ini Saya kenal Lewat MySpace

Lokal, independen, berjaya di era MySpace.

Dokumenter Tentang Miles Davis Telah Dirilis

Kisah hidup seorang revolusioner jazz yang kacau.