fbpx

Proses Pendewasaan WAFT Lab di Untitled Cow Number One

Sepuluh tahun berjalan dalam pengembangan seni interdisipliner di Surabaya, WAFT LAB, yang aktif sejak tahun 2008 ini berkolaborasi pertama kalinya di pementasan teater yang diadakan di GEOKS art space Singapadu, Bali.

Acara ini sendiri adalah program terbesar dari CO. LAB, divisi dari CATA ODATA sebuah gallery yang terpusat di Ubud Bali yang bertujuan membuka jalan kolaborasi antar negara. Dalam project ini WAFT LAB bertemu dengan The Necessary Stage (TNS), sebuah perusahaan teater non profit dari Singapura. Berkolaborasi untuk pementasan monodrama berjudul “Untitled Cow Number One” yang ditulis oleh Haresh Sharma.

WAFT LAB sendiri di sini membuat sebuah instalasi pertunjukan untuk mendukung semua emosi di setiap babaknya, mulai dari pencahayaan LED strip serta audio yang cocok dengan setiap akting yang di perankan oleh Gloria Tan. Mereka bereksperimen dengan memahami naskah dan berdiskusi langsung bersama director TNS, Alvin Tan.

Dari perancangan sejak dari 4 bulan sebelumnya tim WAFT Lab sudah berkreasi. Dengan audio, mereka membaca naskah dengan menelaah langsung dari video latihan tim TNS dan membuat langsung gambaran musik untuk latihan dari Gloria mulai dari melihat cara dia mengekspresikan naskah.

“Awalnya kami memperlihatkan pertunjukan cahaya berwarna-warni seperti yang kami tampilkan di project-project sebelumnya,” ujar Helmi salah satu co-founder Waft Lab. “Namun disini kami harus ekstra keras untuk memunculkan satu warna yang mewakilkan setiap emosi yang ditampilkan oleh Gloria.”

Proses Pendewasaan WAFT Lab di Untitled Cow Number One

WAFT Lab mendedikasikan pembuatan karya audio dan visual yang khusus dalam kolaborasi ini. Mereka lebih membuat musik yang gloomy dan menyayat mulai penggunaan alat musik kecapi sunda, saluang, theremin dan Rolland TR 08. Rangkaian musik ini ditujukan kepada produksi Untitled Cow Number One yang menceritakan sebuah periode masa berkabung.

“Kami langsung menyambut dengan membuat musik yang terkesan tidak menghalangi jalan ketika Gloria mengucapkan naskah,” ujar Twist salah satu anggota WAFT lab. “Namun kuat untuk mengidentifikasi kepada penonton untuk emosi Gloria.”

Acara ini sendiri dipertunjukan selama dua hari pada tanggal 23 dan 24 Maret 2018. Tiket pertunjukan sold out berkat penyelenggara acara Cata Odata Laboratory. WAFT Lab sendiri pernah sukses membuat instalasi seni di Wonderfruit Festival 2017, Pattaya.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.