fbpx

Robot Bennett: DJ Techno Berusia Lanjut

Di usia 70 tahun masih bisa lanjut seperti anak muda

Di ibukota techno Berlin terdapat banyak banget DJ. Tetapi untuk seseorang yang pertama kali main di usia ke 67 merupakan hal yang tidak biasa. Pria yang sekarang berusia 70 tahun bernama Robert Bennett ini menghabisi masa kecilnya di Afrika Selatan pada masa rezim Apartheid lagi gencar-gencarnya, sampai berkelana dari satu benua ke benua lainnya, berbagai era sudah pernah dilalui. Pindah dari negara yang penuh dengan protes & perlawanan, sempat merasakan keputusasaan sampai akhirnya menemukan pencerahan terhadap dirinya. Dengan nama panggung Robot Bennett, di sudah mencicipi lantai dansa di seputar institusi-institusi Berlin yang ‘nyampe’ lewat lagu-lagu techno gelap tetapi transendental.

Robert mengaku enggan Instagram tapi kalau Ableton doi paham banget begitupun dengan Soundcloud dimana ia tidak malu dengan usianya, bahkan di tulis “book me before I die” bagi yang minat mengundangnya untuk bermain. Energinya masih seperti seorang yang hidup setengah dari usianya, berkat dedikasinya di yoga dan meditasi yang sudah dijalani lebih dari 10 tahun. Ia menerapkan terapi tubuhnya dengan mendengarkan mix-nya sebagai pedoman teknik bernafasnya.
Ia mengenal techno lewat putra sulungnya, seorang DJ yang dulunya tinggal di Inggris pada saat awal mulanya rave illegal. Pada waktu itu diperdengarkan musik-musik buatan komputer yang menurutnya menjijikan saat pertama didengar, lambat laun setelah anaknya kerap kali main dihadapannya, secara tidak sadar seleranya terhadap musik 4/4 mulai tumbuh.


Masa mudanya Robert di akhir 1960-an dimana dunia sedang gempar dari perang Vietnam, pembunuhan pemimpin hak sipil dan yang terpenting masa perang dingin dimana ia bisa dibunuh kapan saja. Mengaku sempat ditangkap saat aktif di organisasi politik pada masa Apartheid dimana ketidakadilan dan hak asasi manusia ditindas. Meskipun dibebaskan, pihak berwajib keamanan mengancamnya akan terjadi sesuatu terhadap dirinya atau keponakan apabila ia tetap jalankan, sejak itu ia memutuskan untuk hijrah ke London untuk melupakan kesedihannya dengan mengkonsumsi narkoba banyak banget.

Seperti anak muda kebanyakan zaman itu Robert pun turut ikut gelombang hippie mencari kehidupan spiritual ke India karena terinspirasi dari lagu The Beatles proto techno Tomorrow never Knows dimana John Lennon seakan mengundangnya untuk “turn off your mind, relax and float downstream”. Dimana ia sedang mengerjakan re-edit dengan penggalan bait tersebut. Menurutnya ia terhubung kembali dengan esensi kehidupan lewat jogetnya yang membawa ke alam bawah sadar (trance), meditasi & yoga, untuk mencapai transformasi yang paling dalam dan cepat dengan bermain DJ controller.

Penasaran seperti apa? kalian bisa langsung dengerin musiknya Robot Bennet di bawah ini…

 

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.