fbpx

Salt a Way: Cerita Dari Carita

Rave dengan kearifan lokal khas Banten.

Mungkin ajakan untuk pergi ke kawasan Anyer dan sekitarnya akan ditanggapi dengan jawaban seperti: “ngapain?”, “ada apaan?”, “ga ada tempat lain?” atau “takut ah abis tsunami”. Padahal Anyer sempat menjadi short getaway idaman warga Ibu kota diakhir pekan. Sayang, beberapa tahun belakangan tempat itu makin terlupakan, kalah pamor dengan destinasi yang ramai muncul di Instagram. Ditambah lagi dengan adanya bencana Tsunami Selat Sunda pada akhir tahun lalu, menyebabkan Anyer semakin jauh dari daftar tempat liburan.

Hal itulah yang menjadi perhatian pemuda lokal yang tergabung dalam Carita boys; untuk mengembalikan Anyer dan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang seru. Beruntung bahwa mereka bertemu teman-teman yang tepat, sepaham, dan memiliki visi yang sama.

Maka terinisiasilah Salt A Way, sebuah acara musik tahunan yang diadakan sepanjang malam dan mengambil tempat di pinggir pantai Carita. Dan Sabtu kemarin, 28 September digelar lah Salt A Way yang ke-empat.

Persiapannya cukup Panjang dan memakan usaha lebih. Bagaimana tidak? Carita boys harus membersihkan kolam renang yang sudah lama tidak terpakai dan tertanam lumpur. Menyulapnya menjadi tempat yang layak untuk dijadikan lantai dansa. Belum lagi drama produksi acara seperti line up artist, transportasi, perizinan, dan hospitality yang ditangani oleh tim Salt A Way. Duh, ga kebayang seberapa pusing nya.

Tapi semua bisa diatasin sama teman-teman yang terlibat dalam gelaran Salt A Way. Delapan puluh orang beruntung pun datang. Kenapa dibilang beruntung? karena Salt A Way ngga bakal bisa dilupain untuk mereka yang datang. Hari itu semua memang datang untuk bersenang-senang, ketawa-ketiwi di tenda, ngobrol sana-sini di pinggir pantai, dan joget di kolam renang dari sunset hingga sunrise.

Untuk menjaga malam panjang para tamu disuguhi hidangan laut sederhana yang menggugah selera. Ada cumi dan ikan bakar segar yang disajikan dengan sambal serta sayur karedok agar seimbang. Malam itu terasa panjang, dingin, dan gila. Hingga akhirnya matahari terbit dari sebelah timur dan kami terbangun.

Malam itu memang serasa seperti mimpi dan belom bisa dipercaya. Malam itu ngga bisa diceritain, biar delapan puluh orang berutung itu yang bercerita. Untuk kalian yang penasaran, Frekuensi Antara punya beberapa rekaman set dj disana, biar kalian ngerasain Salt A Way tapi ngga bakal berasa juga kalian ngga disana!

Tahun depan wajib datang.

 

 

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

KOLEKSI: Lagu Indonesia Langka dalam Koleksi Merdi Diskoria, Indo Cosmic hingga Guruh Anti Narkoba.

Untuk seorang kolektor vinyl seperti Merdi Simanjuntak, berbagai ragam bentuk pe...

Angsa Hitam yang Menggabungkan Musik dan Custom Automotive

Melihat penetrasi elemen musik kolaborasi Thrive dan Kimo Rizky di website custo...

Pendekatan Intim Kolektif di Banjar Campout 2018

Perhelatan kedua dari Banjar Campout kali ini berlangsung di sebuah Area Perkema...

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

Keramaian dan kemacetan pada Minggu malam di Jalan Taman Kemang, 7 Juli lebih op...