fbpx

Santai Tipis Agak goyang

SANTIAGO: Rave di pesisir pantai Lampung.

Lampung, adalah salah satu provinsi di Sumatera yang memiliki surga tersembunyi, surganya para pelancong, surganya para peselancar, surganya para pecinta kuliner, dan surganya budaya lokal. Tempat spesial ini terletak di Krui, Pesisir Barat, Lampung, dan kota kecil ini patut di pertimbangkan untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata.

Yaaa! Santiago Tunes lagi-lagi memilih Krui sebagai tempat untuk mengekspresikan karya, bersama rekan-rekan komunitas yang ada di Bandar Lampung dan lokal Krui. Bukannya tidak ada alasan kenapa Santiago Tunes memilih Krui sebagai tempat untuk berekspresi, Krui kali ini ditunjuk lagi sebagai tempat pagelaran event WSL (world surf league), lomba surfing yang bergengsi di dunia internasional. Kesempatan emas ini adalah saat yang tepat untuk mempertunjukan karya serta movement dan memperkenalkan budaya lokal ke kancah internasional.

Dalam Santiago vol.5 pada tanggal 3 Mei 2019 kemarin, Santiago Tunes bersama Gerus.in mencoba berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Doubledeer, Sanggar seni teluk stabas, dan komunitas handcraft metro untuk ikut meramaikan acara. Cabana Surf & Stay adalah tempat yang kita tunjuk sebagai venue untuk acara pesta party kali ini.

Pengalaman awal akan dimulai dengan Road Trip selama 6 jam dari kota Bandar Lampung, dan medan pertama yang akan dilalui adalah hutan belantara yang dikenal dengan sebutan TNBBS (taman nasional bukit barisan selatan). Selanjutnya setelah melewati TNBBS kita akan disambut dengan barisan pantai dari laut samudera hindia serta diiringi dengan tenggelamnya matahari.

Hari yang ditunggu-tunggu telah datang, setelah makan siang kita santai bersama dan diiringi oleh lantunan musik dari Gasta sembari menunggu sore hari. Ketika sore hari tepatnya di bibir pantai mandiri, kita menikmati proses terbenamnya matahari bersama dengan diiringi tarian tradisional Pesisir Barat beserta live  musik tradisional khas Pesisir Barat.

Sore sudah berganti malam, yang artinya sudah saatnya untuk berpindah dari pasir pantai ke dalam venue untuk menikmati rangkaian acara, musik dan visual experience. Para audience di ajak untuk pemanasan awal oleh Pongky dari santiago tunes dan dimanjakan dengan visual oleh Muskratov, lalu situasi semakin di bakar dengan B2B (back to back) oleh Gasta & Arrio. Teman-teman sudah mulai melemaskan badan untuk berdansa bersama, tidak pandang siapa dia, lokal, bule, surfer profesional menjadi satu didalam lantai dansa. Eriicksa dari Santiago Tunes menjadi performer penutup dari rangkaian “pesta party yang punya owner” dalam Santiago Vol.5 edisi kali ini.

Untuk harapan dan mimpinya, teman-teman Santiago Tunes & Gerus.in ingin dapat memberikan pengalaman yang lebih lagi. Serta mampu memberikan dampak yang positif dan dapat membantu memperkenalkan culture Lampung hingga ke mancanegara.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Indonesia Bangsa Party (?)

Emang iya orang Indonesia suka banget pesta?

Cerita Rave Pinggiran Polandia di Era 90an

Melawan keresahan dengan techno sekenceng 140 bpm

Resonan Mix: Kaizen

Eksploratif eksplosif.

Pesta Penyembahan Matahari ke-28

Upacara adat desa Potato Head.