fbpx

Tips Upaya Tetap Cukup Gizi Saat Karantina

Lupakan belanja online outfit, nggak penting!

Banyak orang mengambil sisi positif dari karatina ini dengan mulai masak, tapi sebagai konsumen go-food harian. Tapi untuk yang enggak masak, dan enggak biasa masak gimana? Go-food tiap hari bikin kan bikin boncos dan ditengah karantina seperti ini timbul perasaan macam-macam seperti paranoid antara lain disebabkan karena kurang tidur dan mungkin kurang asupan gizi? Jadi mau enggak mau, kita masak.Selain vitamin yang dibutuhkan untuk nutrisi terpenting adalah protein, untuk aktivitas otot, tulang dan seluruh bagian tubuh. Asupan protein yang dibutuhkan untuk pria dewasa adalah sekitar 56 gr dalam sehari sedangkan wanita dewasa sebanyak 46 gr dalam sehari. Namun kalian hanya bisa konsumsi sebanyak 35% dari total asupan kalori keseluruhan per harinya. Begitupun dengan karbohidrat juga penting bagi tubuh untuk merubah tubuh kalian menjadi energi dan bahan bakar tubuh dalam beraktivitas. Tentunya untuk melindungi tubuh kamu dari berbagai macam penyakit. Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan untuk mengasup sebanyak 45% – 65% karbohidrat dari total asupan kalori dalam sehari. Yang Artinya, kamu membutuhkan 2.000 kalori per hari, maka sebanyak 900 – 1.300 kalori tersebut harus berasal dari karbohidrat, yang mana adalah antara 225 – 325 gr per harinya. Begitupun dengan serat untuk pencernaan, mineral,lemak dan gula harus tetap stabil.


Hasil gambar untuk grocery online

Belanja lewat aplikasi.

Social distancing memberatkan kita untuk meninggalkan rumah, untuk asupan gizi pun terhambat. Berkat teknologi internet dengan aplikasi yang menawarkan macam-macam jasa layanan belanja sembako, daging, sayur dan buah-buahan. Selain gojek, grab, tokopedia ada banyak aplikasi khusus belanja swalayan online seperti Sayurbox, Brambang.com atau Happyfresh. Nah, berhubung aktivitas banyak di rumah, bandwidth padat, swalayan digital penuh sesak sehingga pesanan jadi lebih lama dari biasanya. Tapi di sisi lain ngehenya kita sendiri mengorbankan orang lain untuk pergi belanja ke tempat yang ramai.


Hasil gambar untuk warung sembako toko

Kembali ke analog.

Saat-saat seperti ini waktunya kita untuk kembali ke lingkungan kita terdekat, kembali ke kehidupan mendasar. Telepon kembali langganan toko kelontong ibu atau nenek kalian bisa jadi opsi. Membuka kembali buku telepon yang isinya nomor telpon tukang sayur, penjual daging sampai nomor telepon langgan galon air minum yang terpampang di kulkas. Secara tidak langsung ini juga membantu pedagang-pedagang kecil, UKM dan mendukung pasar tradisional.



Hasil gambar untuk gardening vegetable

Berkebun di rumah.

Film-film sci fi seperti sudah prediksi kejadian ini untuk tetap bisa bertahan hidup salah satunya berkebun. Aktivitas bercocok tanam bisa menanam bahan-bahan pokok seperti sayuran dan buah-buahan, kalau punya ruang yang luas, metode konvensional bisa diterapkan. Kalau tidak banyak ruang, metode hidropinik bisa dicoba.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.