fbpx

Vladimir Ivkovic: Tempo Eksperimentalis

Pewaris musikalitas Dusseldorf.

Serial pesta pengusung leftfield techno, Dekadenz bakalan digelar lagi di tanggal 25 Oktober ini. Vladimir Ivkovic, DJ asal Dusseldorf, Jerman yang lekat dengan citra eksperimental bakalan jadi bintang tamunya.

Sebelum penampilannya nanti malam, kami ngobrol-ngobrol sedikit dengan Vladimir.

 

Lo pernah bilang kalau dance music enggak harus lagu joget. Emang dance music buat lo artinya gimana sih?
Yang gue maksud pada saat itu adalah dance music dalam pengartian modern, yang biasanya diasosiasikan sama Techno, House, Jungle, dan lain-lain. Sebenarnya sih menurut perspektif subjektif gue dance music lebih dari itu. Ada banyak banget musik yang mungkin bukan ditujukan biar oran-orang mau joget, tapi justru bisa ciptain momen-momen indah kalau diputar di sebuah DJ set.

 

Lo dikenal sering bereksperimen dengan tempo dari seleksi musik lo. Banyak yang enggak setuju karena menurut mereka lagu-lagu itu diproduksi bukan untuk diputar dalam mode kayak gitu. Gimana cara lo menjelaskan metode permainan lo ke orang-orang?
Menurut gue sih enggak apa-apa buat enggak setuju atau enggak suka sama sesuatu. Tapi menurut gue turntable atau CDJ memang udah punya mekanisme kayak gitu. Ada kontrol pitch yang memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu terhadap musik yang diputar.

Apa yang gue lakukan itu bukan lelucon. Gue menghormati musisi-musisi yang lagunya gue putar. Gue melakukan itu karena gue menemukan sesuatu yang sebelumnya kurang terdengar di versi aslinya. Dan ini adalah bentuk manipulasi suara yang bisa membentuk perspektif baru.

Terkadang apa yang gue lakukan menyenangkan, kadang juga enggak. Tapi cara bermain seperti itu memang cocok untuk gue, dan gue suka membiarkan aja orang-orang untuk ngintip.

 

Dusseldorf adalah melting pot untuk musik eksperimental. Dari prog tahun 60an,punk dan seni dari era 70-80an, serta kota asal dari band-band  berpengaruh seperti Neu! dan Kraftwerk. Apakah ada warisan musik yang lo liat tersisa di Dusseldorf? Gimana dengan Salon Des Amateurs?
Legacy-nya sangat besar. Dan meskipun kami memainkan punk, prog, dan lagu elektronik lawas di Salon Des Amateurs, namun yang paling terasa adalah sikap dan rasa kebebasan. Di Dusseldorf kami hanya melakukan apa yang perlu bagi kami, dan saya bisa membayangkan bagaimana musik-musik lama yang keren bisa berasal dari kota kami.

 

Lo kan pernah nge-book Loco Dice untuk main di Salon. Lo bilang dia sebagai proper DJ entertainment, enggak kayak banyak DJ membosankan lain di luar sana. Di tengah industri yang berkembang sangat cepat, apakah ini jadi industry yang ngebosenin buat lo?

Oh gue enggak nge-book Dice, kok. Kita emang beberapa kali main bareng di sana untuk acaranya Desolat. Dice sering bawa records yang bagus dan mainin set yang keren. Dice adalah DJ yang hebat dan gue sangat respect sama dia.
Tapi kalau bicara soal industriini gue enggak pernah benar-benar tau. Gue enggak dengerin soalnya.

 

 

 

Dengan jadwal sibuk main dimana-mana, apa nih rencana lo selanjutnya?
Pastinya main di Jakarta malam ini. Ini pertama kalinya gue kesini, dan dari apa yang gue liat dan denger dalam beberapa jam di sini gue cukup gembira. Besok gue ke Bangkok, ke Tokyo sama Lena Willikens, dan beberapa gigs menarik sampai akhir tahun.

Untuk Offen Music, selanjutnya bakal ngerilis album Smagghe & Cross yang pastinya bakalan keren banget. Ini bakal jadi rilisan yang lebih introvert dan personal bagi mereka.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Interview dengan Ivan Smagghe: Functional Dance Music

Berbicara dengan orang dibelakang It’s A Fine Line, Blacks...

Resonan: Omar Joesoef – Edit 007

Bocoran EP teranyar Dekadenz.

Optimal: Dekadenz Mixtapes

Bagi yang kemarin hilang di The Room mau kembali kesana sila...

Melantur Bersama di Synchronize Festival 2018

Festivalnya sih keren banget. Emang kita aja yang ngawur.