fbpx

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

Satu malam dengan keoptimalan yang lebih dari arti katanya sendiri.

Seperti mengenang masa ‘rave’ masa lalu, acara yang kali ini kami selenggarakan menghadirkan tiga kolektif yang lagi digandrungi kaum millenial. Di The Moon dengan nuansa lebih bercahaya dengan 3 disco ball, Pleasure membuka setnya malam itu dari jam 10. Sedangkan di bawah tanah di dalam The Room, Dekadenz hanya dengan cahaya lampu kemerah-merahan, membuka malam itu dengan intensitasJonathan Kusuma yang tinggi. Cul De Sac mengambil alih The Bloom dengan mini stage dibuka dengan hip hop santai, sepertinya crowd yang biasanya malam mingguan di seberang pindah ke The Bloom.

Sementara musik sudah nyala di tiga ruangan, di lorong tangga menuju The Room, “Kapsule Exhibition” sebuah mesin waktu yang membawa kita ke masa lalu dengan medium-medium flyer party yang masih terselamatkan. Dari flyer tahun 1999 sampai era digital sekarang, dengan bantuan Cut & Rescue untuk instalasi dan kurasinya. Di sebelahnya ada ruangan screening room yang menampilkan dokumenter dance scene underground Katalis Kota: Jakarta secara looping. Larut malam berubah menjadi tempat pacaran tiduran di bean bag dan untuk jalan pintas ke the room, kalo kamu mau langsung berada di depan DJ booth.

Makin malam di luar makin chaos, karena ramainya melewati malam tahun baru dan ulang tahun Jakarta sekaligus, mau tidak mau pintu ditutup pada pukul setengah 2 pagi, di luar crowd sudah tidak terkontrol, begitu pula dengan crowd di dalam gedung, naik turun lift, bukan lift saja yang naik turun tetapi mukanya juga, seperti kembali ke rave party tahun 2001 dan Stadium sebelum Ahok jadi Gubernur.

Oh lupa! Di atas ada DJ asal Jepang, Chida yang mulai setnya dengan techno sambung ke house ditutup dengan disco familiar dengan vokal. Sementara itu Switchdance membawa crowd di the Room makin larut dengan intensitas slow paced dengan beat 4/4 yang ‘leftfield’ sekali.

Suasana Lobby hotel Monopoli sudah seperti konser rock melayu gagap, lini depan lokal underground hip hop seperti Matter Mos, Kara Chenoa, BAP, Jere Fundamental, A.Nayaka dan anak-anak Onar; Noise, Laze, Ayub Jonn, Aryo, ShotgunDre bikin makin panas, massa disini bukan muka yang naik turun, melainkan bagian bawahnya naik turun kiri kanan, atau bahasa kerennya ‘poppin lockin’.

Konklusinya malam itu besejarah! Total manusia yang datang sekitar 2000 sampai 2500 orang memenuhi hotel, untuk saat ini kami hanya bisa menyuguhi foto-foto. Tetapi tenang saja saudara saudari after movienya sudah ada. Oh ya hampir lupa, pesan sponsor terima kasih kepada Newland.id yang mau bareng menwujudkan keoptimalan malam itu. Udah kayak MCkalo di acara pensi.

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

OPTIMAL : Frekuensi Antara Launch Party

1 Comment

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Seni Berhala Seni, Menghitung Nilai Investasi di Art Jakarta 2018

Seorang pria berjaket kuning mencairkan suasana serius dengan lawan bicaranya s...

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Performativitas Media, sampai ke Dangdut Koplo

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

4 Tontonan untuk Mengalihkan Kita dari Narasi Teror dan Radikalisme Berita Nasional

Daripada mengikuti berita mengenai terrorisme yang tak kunjung henti cuman men...

Katalis Kota: Sepenggal Sejarah Budaya Dance Music di Jakarta

Musik itu angin, partynya fokus, DJ itu udah kayak foto model dan mungkin Jakart...