fbpx

Penampil favorit kami selama satu dekade DWP

Semoga mereka main lagi di DWP tahun depan.

Berhasil mengumpulkan lebih dari 90.000 crowd, serta lebih dari Rp200 Milyar devisa wisatawan asing, hingga disebut sebaga festival EDM terbesar di Asia enggak bikin Djakarta Warehouse Project lolos dari opini-opini buruk. Salah satu yang paling santer terdengar adalah soal kurasi penampil nya yang beberapa tahun belakangan dibilang serba mainstream.

Enggak salah juga sih kalau berharap kedepannya DWP bisa datengin line up yang lebih underground dan berbeda. Meski gitu, jangan juga berpikir kalau festival karya Ismaya Live ini enggak berusaha untuk tampilin musik yang beragam. Mungkin kebetulan memang enggak sesuai aja sama selera kalian-kalian yang pada protes. Hehe.

Frekuensi Antara coba mengingat beberapa nama penampil keren yang sempat menjadi bagian dari serial DWP selama satu dekade ini. Yuk bareng-bareng panjatkan harap! semoga penyelenggara juga kangen untuk ngajak mereka main lagi tahun depan. Amin.

 

Ladytron (Live) – Djakarta Warehouse Project 2011
Enggak banyak yang tahu kalau unit electro pop / new wave asal Liverpool ini pernah datang ke Jakarta. Tepatnya 9 tahun yang lalu pas DWP digelar di Tennis Indoor & Outdoor Senayan. Grup yang pernah disebut oleh Brian Eno sebagai “The Best of English Pop Music” ini tampil secara live di red Area setelah aksi back to back Anton Wirjono & Dipha Barus.

Gesaffelstein – Djakarta Warehouse Project 2012
Rasanya ingin bisa memutar waktu kalau melihat kembali line up DWP di tahun 2012. Selain karena penampilan mendiang Aviici pada puncak karirnya, produser French techno/EBM sayap kanan, Gesaffelstein juga ada di sana.

Pada saat itu Gesaffelstein sedang dalam rangka world tour nya bersama produser electro asal Perancis, Brodinski. Dalam setelan tuxedo yang menjadi ciri khas nya, Gesaffelstein juga sempat tampil bersama Brodinski di Neon Jungle Stage. Gaya bermusik keduanya yang terbilang berbeda justru menghasilkan set yang unik.

Nina Kraviz – Djakarta Warehouse Project 2012
Tampil persis sebelum Gesaffelsetein, ada satu nama yang kalau diingat-ingat selalu bikin nyesal enggak datang ke DWP 2012. Techno Goddess kesayangan sejuta umat, Nina Kraviz. Saat itu dia masih berumur 27 tahun dan sedang mendapatkan segudang review positif paska perilisan album debutnya.

Kalau pada waktu yang akan datang produser asal Rusia ini bisa kembali ke Djakarta Warehouse Project, bisa dipastikan ia tidak lagi menjadi bintang tamu internasional pembuka yang tampi di jam 9 malam seperti 6 tahun silam.

Solomun – Djakarta Warehouse Project 2013
Satu berita buruk berhasil membuatan perhelatan DWP 2013 terbilang fenomenal. Tepatnya kondisi cuaca yang sangat-sangat tidak bersahabat dengan venue yang dipilih, yakni Ecopark, Ancol. Namun rupanya hal itu enggak sebanding dengan sederet nama spektakuler yang mengisi line up DWP tahun itu.

Alesso, Zedd, hingga David Guetta. DWP kali itu sudah mulai menampilkan EDM sebagai kiblatnya. Namun bagi segelintir orang, mungkin yang paling spesial tahun itu adalah tampilnya Solomun.

Pria asal Bosnia yang pernah 3 kali meraih gelar “Best deep house DJ” versi DJ Awards tersebut tampil menutup kemeriahan festival. Perpaduan set milik Solomun dengan derasnya hujan terdengar seperti momentum yang surreal.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...