fbpx

perempuan, skena musik dan persimpangan

Bukan hanya politisi perempuan saja yang mimpin, perempuan di skena juga megang!

Kapan terkahir kamu pergi ke sebuah gig yang isinya lebih banyak perempuan? Hampir tidak pernah, karena skena yang didominasi lebih banyak dengan laki-laki maupun itu dari band-band personil perempuan sampai penontonnya pun lebih banyak laki-laki. Dalam beberapa tahun terakhir ada deretan musisi yang secara tidak langsung melawan stigma bahwa musik adalah dunia laki-laki misalnya seperti Pelteras, Peonies, Slut’s Machine Gun, Rvmengirl, Tatlo Zirah, Danilla.

Tangorango Studio, sebuah komunitas seni di Tangerang menggagas acara perempuan dan Persimpangan.”Berawal dari keresahan bersama dimana skena kami sendiri didominasi laki-laki, saya dan beberapa teman menyelenggarakan Perempuan dan Persimpangan sejak 2017. Tidak bermaksud meng-spesialkan perempuan, tapi kami rasa perlu lebih banyak diskusi mengenai isu ini,” Tutur Tiara, penggagas acara.

Setelah volume-volume sebelumnya dengan tema puisi dan diskusi, volume ke-5 kali ini bertemakan musik dengan tajuk “Perempuan dan Raungan Distorsi”. Acara ini diadakan di Semanggi Center Tangerang pada tanggal 30 Maret 2019 dengan mengundang Tatlo, Slut’s Machine Gun, dan Zirah. Mulai pukul 4 sore, akan ada musik, diskusi, dan tenant.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul mengenai perempuan dan musik. Mengapa panggung gigs dengan segala kompleksitas bermusik kelihatannya lebih didominasi laki-laki? Mengapa perempuan sering merasa “asing” dalam panggung gigs? Bahkan, tak sedikit kasus-kasus pelecehan verbal maupun non-verbal dialami perempuan dalam skena musik. Untuk itu, Perempuan dan Persimpangan mengundang beberapa band yang dirasa bisa menjawab rasa penasaran itu.

Bagi yang belum mengenal Tangorango Studio, sebuah komunitas yang dibentuk oleh anak-anak muda Tangerang, yang percaya bahwa seni merupakan alat paling ampuh untuk mengumpulkan energi anak muda. Tangorango telah beberapa kali menyelenggarakan event seni di Tangerang yang diinisiasi secara mandiri. Dengan seiring proses yang berkembang kali ini, Tangorango membuat acara berjudul; Perempuan dan Persimpangan Vol 5.


Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Performativitas Media, sampai ke Dangdut Koplo

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ruang

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Semalam Saja: Kultur Music Disco Di Kota Bertuah

Kolektif bernama "Semalam Saja" bawa musik disco masuk Pekanbaru