fbpx

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Pesta bawah tanah bersama kentang dan kolam ikan yang noraknya pas karena harus menunggu 2 jam sampai Genset datang..

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Kita disapa oleh sebuah monumen kentang ketika memasuki lantai utama venue, karya yang dibuat oleh seorang seniman kota Bandung, Arin Dwihartanto Sunaryo. Dia membuat sebuah patung kentang (gigantik-mimetik) yang seolah memberikan pernyataan khusus dalam event party Stretch yang dibuat oleh platform musik elektronik Offset TV, Roofless Club dan beberapa seniman yang tergabung dalam OPQRSTUDIO. Suasana malam minggu tanggal 14 Juli kemarin cukup menarik, karena kali ini ketiganya bekerja sama membuat underground party yang memang sebenarnya literally underground.

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Dalam praktek pemasarannya pihak panitia penyelenggara memasukan kode koordinat di dalam poster, hanya memberikan petunjuk “somewhere below braga”. Tidak gamblang seperti yang biasa kita temukan di poster-poster event pada biasanya. Pemirsa dipaksa untuk mencari sendiri tempat yang dirahasiakan dengan sengaja.Ternyata, venuenya merupakan sebuah ruang pamer yang disembunyikan oleh tumpukan kanvas-kanvas, yaitu di bawah lantai utama Rumah Seni Ropih.

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Sapaan lainnya setelah kita melewati monumen “kena tanggungnya” Arin, ada instalasi cahaya dari Syagini Ratna Wulan yang terasa sublim tapi sensual. Cahaya yang dominan berwarna pink ungu dan biru, menyoroti kanvas putih sampai kedua tembok di pojokan ujung tangga ke bawah. Kabarnya, yang satu ini merupakan sebagian unsur dari karyanya yang berjudul Chromatic Chimera yang dipamerkan di ARTJOG 2017. Tangga seakan menjadi reflektif karena kuatnya warna dari cahaya yang sedikit membias menjadi beragam warna (pelangi). Karya lainnya yang muncul adalah footage dari Syaiful Garibaldi yang biasa disapa Tepu. Biasanya seniman yang satu ini banyak mengamati fenomena alam yang mikroskopis, seperti jamur, dan cacing. Video karyanya diproyeksikan ke dinding diatas pintu yang menuju ke area taman, menjembatani antara keseruan dance floor dan chill time.

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Nuansa yang cukup rileks dan sangat bersahabat memang terasa di area taman. Didekorasi sedemikian rupa lengkap dengan mini bar, lampu gantung, meja kursi dan signage untuk pemirsa yang ingin sekedar berbincang-bincang, sambil melepas dahaga duduk santai menikmati suasana dibalik macetnya jalan Braga dan dentuman keras musik yang dimainkan. Tempatnya cukup berdekatan, tapi suara hampir tidak terdengar sama sekali dari area dance floor. Ini membuktikan bahwa panitia cukup cermat dalam pembagian area yang biasa dipakai event-event kebudayaan ini.

Ketika memasuki area dance floor, terdapat dua set panggung. Bagus Pandega salah satu seniman OPQRSTUDIO memainkan synthesizer modular dari eurorack nya yang berukuran cukup besar, mengoperasikan dengan gestur kalemnya, cukup eksperimental dalam memadukan suasana menjadi sangat clubby. Bunyi patch mid-tempo yang beririsan satu sama lain dari koleksi module di eurorack nya mengingatkan kita akan sounds seperti geng-geng Salon Des Amateurs dari Dusseldorf dan juga rilisan-rilisan baru dari Pinkman Records Rotterdam.

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Di sebelah kanan Bagus Pandega ada beberapa DJ yang kemudian, masing-masing dari mereka beraksi dengan karakter musiknya. Dari mulai Merdi yang mulai memanaskan suasana lantai dansa. Musiknya cukup berbeda dengan karakternya yang biasa dibawakan saat bermain bersama Diskoria. Kemudian dilanjutkan Ofri back-to-back dengan Bagvs, memainkan banyak track house yang penuh dengan chords dan vokal dan breakbeat-house yang ternyata cukup digemari oleh spektator. Track-track seperti Black Science Orchestra – Headspace Lullaby, Larry Heard – The Sun Can’t Compare yang sudah tidak asing lagi bagi para maniak musik dansa bawah tanah yang kemudian dikombinasikan dengan Objekt – Theme from Q mereka putar dengan transisi yang smooth yang membuat dancefloor tetap intens tapi santai dan hangat. Adrian (Madflo) dan Rayka lebih bereksperimen dalam set mereka memainkan track-track acid, dubstep lalu kembali ke house dan techno yang tidak umum dilakukan oleh para selektor pada umumnya, yang menarik justru Rayka sempat memainkan tracknya sendiri yang berjudul Introvert Raving yang ternyata berhasil mengguncang malam minggu dengan kelantangan set lintas genre mereka.

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Menurut kabar, party ini dibuat dengan cukup ironis tapi sangat menarik karena memakai ruang yang alternatif. Daya tenaga listriknya pun kurang mampu karena memang bangunan tua bekas kolonial Belanda, sehingga harus menunggu tambahan genset selama 2 jam. Keberadaan kolam ikan yang kasat mata di antara taman. Beberapa diantara penikmatnya terpaksa harus tercebur ke dalamnya, menikmati air kolam. Sudah dandan sekeren itu, tapi malah basah kuyup (bisa kebayang mungkin kekesalannya karena tidak jadi tampil asik, atau justru semakin feel right).

STRETCH – Underground Party Secara Literal di sebuah Galeri Seni Kota Bandung

Gejala yang tumbuh dari skena musik elektronik kota Bandung yang bisa dibilang minoritas ini, penggemarnya mengenali satu sama lain, komunitasnya kekeluargaan, dari teman ke teman, ke saudara, sampai kakak adik pun bisa larut dalam satu kondisi yang tidak biasa mereka lakukan di dalam rumah. Cukup intens, bittersweet-ending karena AJ spinning ketika lampu sudah menyala, pertanda waktunya bubar jam 2 dini hari. Terlalu menarik untuk diwujudkan, semua demi keseruan semalam yang menciptakan momen-momen berdialognya seni, musik, sampai komedi satir-nya skena “bawah tanah” terkini kota Bandung.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Kantor Teater x Chaos Non Musica x Swoofone di Tuck & Trap

Tidak hanya musik noise, tapi ada juga pertunjukan teater dan seni visual.

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermuncul...

Memperingati May Day Sebagai Buruh Kreatif

Memperingati May Day bersama Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk De...

Make: Analog Fotografi bersama Fadli Aat di Jalan Surabaya

Di segmen kali ini menantang Aat untuk merekam gambar dengan roll film Salak, se...