fbpx

Xeroxed 5×2: Pasukan Cetak yang Mulai Menggeliat

Print tidak mati di Yogyakarya.

Belakangan ini, dunia percetakan dan penerbitan kelompok kecil kembali bermunculan, khususnya untuk wilayah kota Yogyakarta. Misalnya saja, mulai banyak bermunculan ide-ide penerbitan mandiri yang dilakukan oleh sekelompok anak muda atau bahkan acara-acara yang khusus didedikasikan untuk dunia percetakan dan penerbitan. Salah satunya adalah “Xeroxed: 5×2” yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 September 2018.

Dengan segudang rasa penasaran, saya putuskan untuk datang pada acara tersebut selama dua hari berturut-turut. Lokasinya terletak di Toko Buku Gerak Budaya, Condong Catur, Yogyakarta. Toko buku tersebut memiliki halaman depan cukup luas, lahan parkir memadai hingga ruang khusus diskusi yang juga nyaman dan terpisah dengan ruang nongkrong. Selain karena Gerak Budaya merupakan toko buku baru di Yogyakarta yang menawarkan koleksi bukunya yang tidak sama dengan toko buku skala besar lainnya, alasan ketersediaan ruang inilah yang menjadi alasan Xeroxed: 5×2 memilih lokasi. Mereka menggunakan dua ruang yaitu halaman depan untuk spinning lagu, jual makanan hingga memajang beberapa zine dan hasil foto copy dan ruang diskusi sebagai acara diskusi dan peluncurannya.

Sesuai dengan namanya, Xeroxed:5×2 memiliki aktivitas utama yaitu pertukaran zine atau pembelian arsip zine dengan cara fotocopy-nya. Angka 5×2 didapat dari jumlah waktu pelaksanaan acara yaitu 5 jam dalam 2 hari. Hari pertama dibuka dengan peluncuran zine foto dari kelompok Projek Resonansi. Projek Resonansi merupakan kelompok yang terbentuk atas insting impulsif untuk menghasilkan penerbitan. Ditambah lagi, mereka adalah sekelompok orang yang tertarik dengan praktik kamera analog, fotografi dan penerbitan zine. Jadilah zine bertajuk Pressence diluncurkan pada sore hari itu.

Untuk hari kedua, didedikasikan khusus untuk menyambut YK Zine Fest. Acara dibuka dengan tajuk “Print Show Must Go On”. Di halaman depan, ditampilkan 137 lembar foto dan teks yang berhasil dikumpulkan oleh Sokong Publish dan RAR Edition sebagai penyelenggara. Siapa saja bisa turut memilikinya dengan cara membayar tiga puluh ribu rupiah dan mendapatkannya dalam bentuk hasil copy-an. Acara dilanjutkan dengan diskusi road to YK Zine Fest. Tujuan dari diadakannya diskusi tersebut adalah selain memberi petanda bahwa YK Zine Fest akan terjadi, juga meminta pendapat tentang bagaimana acara Zine Fest itu terlaksana nantinya. Banyak masukan yang diberikan oleh peserta diskusi kepada pembicara, yaitu Doni dari Indisczine Partij dan Yonas dari RAR Editions.

Kedua pihak saling mengutarakan harapannya. Beberapa ada yang memberi masukan secara teknis, ada juga yang memberi masukan dalam pemilihan tema. Diskusi ini berhasil menunjukkan bahwa antusiasme terhadap zine memang tidak lenyap di tengah era digital saat ini. Ketika banyak orang berlari-lari memperjual belikan online, zine masih memiliki tempatnya sendiri di hati pegiat nya. Masukan terakhir diungkapkan oleh Bodhi dari Ruang Gulma, ia menyatakan kekhawatirannya terhadap jenis zine yang lolos seleksi nantinya. Apakah hanya zine-zine yang memiliki kekuatan artistik (desain) saja, atau zine yang masih memiliki semangat menanggapi permasalahan sosial dan lingkungan sehari-hari.

Bisa dilihat juga bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan secara bersama-sama ini sebagai upaya untuk menjaga semangat. Layaknya sebuah resonansi, ketika ada satu titik yang bergaung, maka lainnya bisa turut bergaung. Mungkin tidak perlu mengharapkan gaung yang besar, karena bisa saja ini dimulai dengan yang kecil namun dengan irama yang pasti dan stabil.

Be the first to comment.

You must be logged in to leave a comment.

Related News

Memetakan Arus Bawah: Dari Budaya Berbagi, Perform...

Indonesia Netaudio Festival hadir kembali setelah absen selama empat tahun.

Visualisasi Lagu dengan Fotografi bersama Bikin Ru...

Bikin Ruang menggelar pameran foto dengan tema visualisasi lagu, berkolaborasi d...

Garapan Kolaborasi “Bali Project” oleh Sekeha ...

Pada saat itu hujan lebat, gelap gulita, kilat, dan petir bersamaan dengan suara...

Kru Graffiti BTV di Podcast Terbaru GOODNWS

Dalam edisi terbaru podcast #SAYGOODNWS, Goodnws mengundang beberapa anggota kru...